"Pemanggilan kedua dilakukan setelah pemanggilan sebelumnya disebut tidak dihadiri", terangnya.
Menurut Jon, proses hukum yang sedang berlangsung diharapkan dapat mengungkap secara terang dugaan pelanggaran yang terjadi, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang selama ini terdampak konflik tanah ulayat.
"Masyarakat sesungguhnya mau hidup damai, dan bagi yang mencederai perdamaian itu harus ditindak," tegasnya.
Mereka berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara tersebut secara objektif tanpa membedakan status maupun kedudukan para pihak yang terlibat.
"Kami berharap hukum di negeri ini benar-benar ditegakkan, dan para penegak hukum berani menerapkan sanksi hukum yang sama bagi setiap orang," tutupnya.***