Anggota DPD RI Angelius Wake Kako Diduga Tidak Bayar Upah Bangun Dapur MBG di Kabupaten Sikka

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Kamis, 11 Juni 2026 | 10:20 WIB
Anggota DPD RI Dapil NTT, Angelius Wake Kako (AWK) (Istimewa)
Anggota DPD RI Dapil NTT, Angelius Wake Kako (AWK) (Istimewa)

Sikka - Kasus program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus bergulir setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Kejaksaan Agung menetapkan Dadan Hindayana, sebagai tersangka, pada Rabu (03/06).

Kini kasus program Makanan Bergizi Gratis (MBG) program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut muncul di Kabupaten Sikka, Flores, Propinsi NTT.

Kasus ini mencuat ke Publik setelah Angelius Wake Kako (AWK) yang merupakan senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu dituding belum membayar upah para pekerja yang mengerjakan 4 (empat) titik Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T miliknya. Nilainya pun mencapai Rp 754 juta.

Melansir suarasikka.com Ambo Gaharpung, seorang pengusaha lokal di Kabupaten Sikka mengaku terpaksa membongkar persoalan ini ke publik karena sudah tidak tahan dengan janji-janji AWK yang tidak pernah terealisasi sejak Maret 2026 lalu.

Baca Juga: Skandal MBG Makin Panas: 3 Mantan Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Dugaan Mark Up Triliunan dan Setoran Rp1 Miliar per Hari Terbongkar

“Kami sudah sabar sekali menunggu pembayaran. Dia janji eksekusi bulan Maret, tapi sampai sekarang belum bayar saja,” keluh Ambo Gaharpung pada Kamis (4/6) lalu.

Ambo Gaharpung lalu membagikan hasil komunikasi antara dirinya dengan AWK beberapa waktu lalu. 

 “Malam om ambo. Saya kasihan juga dg om mereka.. kalau bisa kita putuskan yang Rejo sama Leguwoda. Biar saya ambil alih. Om mereka lanjut kerja Gera sama Lenandereta. Rejo sama Leguwoda dianggap selesai hitungan pinalty sejak saya ambil alih. Terus beresin Wolomotong sama Hokor. Supaya minggu depan kita serah terima pekerjaan 2 lokasi itu supaya kita stop sudah hitung pinalty yang wolomotong dan Hokor. Jadi mulai minggu depan pinalty hanya dihitung lanjut hanya Lenandereta dan Gera. Kalau om sepakat dg usulan saya tadi.. untuk lanjut 2 titik gera dan lenandereta, nanti maret cair wolomotong, saya bayarin,” demikian chat AWK ke Ambo Gaharpung seperti dikutip suarasikka.com

Pada 6 Juni 2026 Ambo Gaharpung berencana untuk bertemu AWK, namun pertemuan dibatalkan karena AWK ternyata tidak jadi datang ke Maumere. Ambo Gaharpung menyesalkan sikap AWK yang sama sekali tidak punya niat membayar jasa kerja dia dan kawan-kawan meskipun dirinya menghubungi AWK beberapa kali. 

“Tiap hari tukang dan buruh yang kerja bangunan tagih uang ke kami, nah kami belum bisa bayar, karena AWK belum bayar kami. Sepertinya AWK hanya mempermainkan kami saja,” ungkap Ambo Gaharpung. 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X