Seruan Damai dan Persatuan, Ini Sambutan Perdana Paus Leo XIV

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Jumat, 9 Mei 2025 | 09:20 WIB
Menggantikan mendiang Paus Fransiskus, Kardinal Robert Prevost resmi menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik Dunia yang ke-267
Menggantikan mendiang Paus Fransiskus, Kardinal Robert Prevost resmi menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik Dunia yang ke-267

Kita adalah murid-murid Kristus. Kristus mendahului kita. Dunia membutuhkan terang-Nya. Umat manusia membutuhkan Dia sebagai jembatan untuk dijangkau oleh Allah dan kasih-Nya.

Membantu kita satu sama lain untuk membangun jembatan dengan dialog, dengan perjumpaan, dengan persatuan, agar kita menjadi satu umat yang selalu hidup dalam damai.
Terima kasih kepada Bapa Suci Fransiskus!

Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua rekan Kardinal yang telah memilih saya menjadi Pengganti Santo Petrus dan berjalan bersama kalian sebagai satu Gereja yang bersatu, selalu mencari damai, keadilan, dan berjuang sebagai pria dan wanita yang setia kepada Yesus Kristus, tanpa rasa takut, untuk mewartakan Injil dan menjadi misionaris.

Saya adalah putra Santo Agustinus, seorang agustinian, yang berkata 'Bersama kalian aku adalah orang Kristen, dan untuk kalian aku adalah uskup'.

Kardinal Robert Francis Prevost, OSA memilih nama Kepausan Leo XIV
Kardinal Robert Francis Prevost, OSA memilih nama Kepausan Leo XIV

Dalam semangat itu, marilah kita semua berjalan bersama menuju tanah air surgawi yang telah disiapkan Allah bagi kita.

Kepada Gereja di Roma, salam istimewa.
Kita harus bersama-sama mencari bagaimana menjadi Gereja yang misioner, Gereja yang membangun jembatan dan dialog, yang selalu terbuka untuk menerima, seperti lapangan ini yang terbuka dengan tangan yang terentang, kepada semua orang, siapa pun yang membutuhkan kasih kita, kehadiran kita, dialog kita, dan cinta kita.

Izinkanlah saya menyapa mereka yang pernah saya layani di Keuskupan Chiclayo, Peru. Dimana umat beriman mendampingi dengan setia uskup mereka, menjadikannya gereja yang setia pada Yesus Kristus.

Dan kepada kalian semua saudara-saudari terkasih, yang ada di Roma, di seluruh Italia dan seluruh dunia, kita jadikan gereja kita gereja yang sinodal, Gereja yang berjalan bersama, Gereja yang selalu mencari perdamaian, selalu mencari kasih, selalu berusaha untuk dekat dengan mereka yang menderita.

Hari ini adalah peringatan Bunda maria dari Pompey. Bunda kita Maria akan selalu berjalan bersama, dekat dengan kita. Membantu kita dengan perantaraannya dan dengan cintanya.

Maka saya hendak berdoa bersama kalian semua, kita berdoa untuk tugas baru ini, dan tentu saja untuk seluruh gereja, dan untuk perdamaian dunia.

Dan kita mohonkan rahmat khusus ini dengan perantaraan Bunda Maria, Bunda kita…
Salam Maria…

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dionisius Upartus Agat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X