Presiden Lula juga menegaskan bahwa Indonesia dan Brasil memiliki tanggung jawab bersama untuk memperjuangkan tatanan dunia yang lebih adil. Keduanya, kata dia, adalah representasi Global Selatan yang semakin berpengaruh dalam forum internasional seperti G20, BRICS, dan ASEAN.
"Sebagai suara efektif dari Global Selatan, kami juga membahas isu-isu penting dalam agenda internasional. Dunia yang sedang berkembang berutang banyak kepada Indonesia," kata Lula.
Baca Juga: Tahanan Kasus Pencurian di Ruteng Diduga Terlibat Jaringan Narkoba
Ia menambahkan bahwa kemitraan antara kedua negara harus dibangun di atas asas keseimbangan dan saling menguntungkan, mencakup kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, budaya, dan politik.
"Brasil dan Indonesia akan sebesar yang kita inginkan. Semakin kita memperkuat hubungan, semakin berdaulat dan mandiri kita dari dominasi ekonomi global yang timpang,".ujar Lula menutup pernyataannya.
Kunjungan kenegaraan Presiden Lula ke Indonesia kali ini menjadi tonggak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara. Kemitraan strategis Indonesia-Brasil yang pertama kali diluncurkan pada 2008 kini memasuki fase baru, dengan fokus pada transformasi ekonomi hijau, kedaulatan pangan, dan kerja sama pembangunan sosial.
Dengan apresiasi terbuka terhadap program Makan Bergizi Gratis, Brasil menegaskan dukungannya terhadap kebijakan Indonesia yang mengedepankan keadilan sosial dan pemerataan gizi nasional, sejalan dengan komitmen global melawan kelaparan dan kemiskinan.