PMKRI Ruteng Goes to School, Komitmen Bersama Cegah Kekerasan Seksual dan Pergaulan Bebas

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 12:06 WIB
Program PMKRI Goes to School, Komitmen PMKRI Cabang Ruteng untuk mencegah kekerasan seksual dan pergaulan bebas di kalangan remaja
Program PMKRI Goes to School, Komitmen PMKRI Cabang Ruteng untuk mencegah kekerasan seksual dan pergaulan bebas di kalangan remaja

Ruteng, Idenusantara.com – Tinggi dan maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di NTT dan Manggarai khususnya, menjadi sinyal darurat yang harus segera direspons.

Merespons krisis moral remaja ini, PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus melancarkan sosialisasi edukatif dengan Program "PMKRI Goes To School" di SMAK St. Thomas Aquinas pada Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan bertajuk "Cegah Kekerasan Seksual, Hindari Pergaulan Bebas" ini adalah upaya membangun benteng kolektif untuk membekali pelajar sejak dini.

PMKRI menggandeng Kepolisian (Unit PPA Polres Manggarai), Pemerintah (Dinas PPPA Kab. Manggarai), dan aktivis sosial (Yayasan Gembala Baik Indonesia Karya Sosial Weta Gerak).

Ketua PMKRI Cabang Ruteng, Margareta Kartika, menegaskan, kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab organisasi dalam menjalankan misi berjuang dengan terlibat dan berpihak pada kaum tertindas, terutama generasi muda.

Kartika menyoroti statistik dengan menjadikan data jumlah kasus kekesaran seksual yang tinggi di NTT sebagai pemicu terlaksananya kegiatan edukasi tersebut.

"Yang Muncul di permukaan tercatat 84 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dan mayoritas diantaranya merupakan kasus kekerasan seksual yang terjadi di Flores," ungkap Kartika.

Merespons kondisi darurat moral ini, Kartika menyerukan kepada seluruh peserta untuk mengambil tiga komitmen sebagai langkah pencegahan kolektif yang harus segera diimplementasikan.

Tiga komitmen tersebut adalah Komitmen Edukasi, Komitmen Aksi dan Komitmen Integritas Diri. Dengan pencehagan kolektif tersebut, ia berharap para remaja dapat menghindarkan diri dari aktivitas kekerasan seksual.

"Jangan Diam, laporkan jika melihat dampingi jika ada kawan yang jadi korban dan ciptakan lingkungan dimana pelaku tidak ada tempat untuk bersembunyi dan bangun sistem yang berpihak pada korban yang benar", tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAK St. Thomas Aquinas, Fransiskus Rodriques Rusman, memberikan pengakuan terbuka mengenai kondisi internal institusinya di masa lalu.

"SMAK St. Tomas Aquinas adalah salah satu sekolah yang juga oknum siswa dan siswi di dalamnya pernah terlibat dalam masalah kekerasan seksual dan Pergaulan bebas," ungkap Fransiskus.

Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada PMKRI dan para mitra yang telah mengambil inisiasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Menurutnya, kolaborasi aktif antara sekolah dengan para mitra dan pihak terkait menjadi kunci dan upaya positif untuk mencegah terjadinya kasus serupa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dionisius Upartus Agat

Rekomendasi

Terkini

X