Ruteng, Idenusantara.com — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pekanbaru St. Albertus Magnus merayakan Dies Natalis ke-36 dengan penuh semangat di Ballroom Cititel, Pekanbaru, Sabtu (2/8/2025).
Perayaan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebuah seruan strategis untuk mempersiapkan generasi muda Katolik dalam menghadapi tantangan era digital dan bonus demografi.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pengurus Pusat PMKRI, perwakilan Kapolresta Pekanbaru, anggota Cipayung Plus Kota Pekanbaru, para alumni, Pastor Moderator, serta perwakilan organisasi Katolik lainnya.
Literasi Digital dan SDM Unggul
Sebagai bagian dari perayaan, PMKRI Cabang Pekanbaru menggelar Seminar Nasional bertema “Peran PMKRI dalam Menghadapi Perkembangan Teknologi di Tengah Bonus Demografi.”
Seminar ini menghadirkan Yohanes G. Karmon, Presidium Riset dan Teknologi Pengurus Pusat PMKRI, sebagai pembicara utama.
Dalam paparannya, Yohanes menegaskan bahwa momentum Dies Natalis ini adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan perjalanan organisasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kader sebagai modal utama di era bonus demografi ini.
"Melalui momentum bersejarah ini, kita diajak untuk merenungkan perjalanan PMKRI, khususnya dalam menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Peningkatan kualitas sumber daya manusia kader PMKRI menjadi hal yang mutlak di era bonus demografi ini," ungkap Yohanes.
Yohanes juga menekankan pentingnya literasi digital dan pemanfaatan teknologi sebagai media pengenalan PMKRI kepada mahasiswa dan masyarakat luas.
Sementara itu, Benedik Bonaventura Tarigan, Ketua Presidium PMKRI Cabang Pekanbaru, secara tegas mengajak seluruh kader untuk tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan zaman.
Ia menekankan bahwa bonus demografi dan transformasi digital adalah dua hal yang harus disikapi dengan tindakan nyata.
"Di momen yang berbahagia ini, saya mengimbau seluruh kader PMKRI untuk mengambil bagian secara aktif dalam menghadapi perkembangan teknologi demi menjawab tantangan bonus demografi," ujar Benedik.
Benedik melihat teknologi sebagai alat yang harus digunakan untuk memperkuat tiga benang merah PMKRI: Kristianitas, Intelektualitas, dan Fraternitas.
Menurutnya, kader PMKRI harus menjadi agen perubahan yang mampu memanfaatkan kemajuan digital untuk memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan kualitas intelektual, dan mempererat tali persaudaraan.