Indonesia Swasembada, Mentan/Kepala Bapanas Amran: Dulu Impor Sekarang Bisa Ekspor

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 11:54 WIB
Mentan RI Amran Sulaiman (Foto: Dok Dirjen Pertanian)
Mentan RI Amran Sulaiman (Foto: Dok Dirjen Pertanian)

Idenusantara.com-Visi Indonesia untuk meraih swasembada pangan dalam komando Presiden Prabowo Subianto telah menjadi prioritas utama. Predikat swasembada pangan tersebut sebenarnya dapat disematkan apabila suatu negara dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya minimal 90 persen dari produksi dalam negeri.

Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Badan Pangan Nasional (Kepala Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan swasembada pangan di Indonesia itu dapat terlihat dari transformasi pemenuhan kebutuhan konsumsi. Misalnya, dahulu Indonesia terhadap suatu komoditas pangan masih harus ada impor. Namun saat ini telah bertransformasi dengan mengandalkan produksi dari petani sendiri dan bahkan mampu ekspor.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Mentan Amran Capai Target Swasembada Dalam Satu Tahun

"5 tahun terakhir, kita sudah swasembada, hanya beritanya yang kurang. Dulu kita impor bawang merah. Sekarang ini bisa ekspor. Dulu juga ayam begitu, kita sudah ekspor sekarang. Lalu telur, sudah ekspor. Ini semua pangan pokok kita," ungkap Amran saat memberikan pemaparan dalam Town Hall Meeting Capaian Kinerja 1 Tahun Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta pada Selasa (21/10/2025).

"Kemudian minyak goreng, itu kita sudah ekspor. Kita produsen terbesar dunia. Kemudian insya Allah, selanjutnya beras dan jagung bisa menyusul ekspor. Kalau kedelai, kita program tahun depan. Jadi satu-satu swasembada pangan, kita selesaikan," sambung Amran.

Baca Juga: Ketika Janji Tinggal Cerita: Potret Politik Tanpa Akuntabilitas di Manggarai

Adapun dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional yang disusun Bapanas bersama kementerian/lembaga yang terkait, terdapat beberapa komoditas pangan pokok strategis yang mempunyai tingkat ketercukupan yang baik. Per 2 Oktober, pangan pokok yang memiliki surplus produksi terhadap kebutuhan konsumsi antara lain beras, jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam.

Rinciannya antara lain beras dengan kebutuhan konsumsi setahun 30,97 juta ton diproyeksikan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri setahun yang dapat mencapai 34,34 juta ton. Sementara jagung setahun dibutuhkan 15,7 juta ton dengan proyeksi produksi setahun 16,68 juta ton.

Untuk bawang merah memiliki produksi setahun 1,35 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun 1,18 juta ton. Realisasi ekspor sampai Agustus telah ada 159 ton dengan dilanjutkan rencana ekspor September-Desember sekitar 4,9 ribu ton.

Baca Juga: Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo: Produksi Pangan Indonesia Berhasil Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kemudian untuk cabai, yakni cabai besar dan cabai rawit, produksi setahunnya masing-masing dapat berada hingga 1,46 juta ton dan 1,68 juta ton. Sementara kebutuhan setahun berada di kisaran 876,9 ribu sampai 958,5 ribu ton.

Pada komoditas daging ayam, produksi selama setahun diestimasikan 4,26 juta ton dan melebihi kebutuhan setahun yang 3,86 juta ton. Sementara telur ayam diperkirakan produksi dalam negeri di 2025 dapat mencapai 6,51 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun di angka 6,22 juta ton.

Mentan/Kepala Bapanas Amran menambahkan penjelasannya tentang pencapaian swasembada beras Indonesia. Menurutnya, data proyeksi dari lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) mendukung peningkatan produksi beras Indonesia di tahun 2025 ini.

"Beras kita, itu insya Allah swasembada. Ini produksinya meningkat. Bukan kata saya. Ini kata dunia, FAO. Kita gunakan data orang, karena biasanya orang lebih percaya. Ini FAO, kita peningkatan produksi beras terbesar nomor 2 dunia. Sebentar lagi nomor 1. Doakan. Kenaikannya," ujar Amran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X