Romo FX Mudji Sutrisno, SJ Wafat, Indonesia Kehilangan Budayawan Besar dan Intelektual di Altar Kehidupan

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Senin, 29 Desember 2025 | 08:01 WIB
Romo Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ
Romo Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ

Pendidikan formalnya dimulai di SD Pangudi Luhur Solo, berlanjut ke Seminari Menengah Mertoyudan, hingga mendalami filsafat di STF Driyarkara. Dahaganya akan ilmu membawa Romo Mudji hingga ke Italia, di mana ia meraih gelar Doktor bidang Filsafat dari Universitas Gregoriana, Roma, pada tahun 1986. Ia juga sempat mendalami studi agama dan seni di Sophia University, Tokyo.

Sebagai seorang akademisi, Romo Mudji adalah Guru Besar di STF Driyarkara dan aktif mengajar di Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) serta ISI Surakarta. Baginya, dunia pendidikan adalah “altar kehidupan” tempat ia mengabdikan diri selain di altar gereja.

Baca Juga: Naik 5,45%, Gubernur Melki Resmi Tetapkan Upah Minimum Provinsi NTT Tahun 2026

Pengabdian Masyarakat dan Bangsa

Kepeduliannya pada persoalan bangsa sempat membawanya ke ranah praktis sebagai Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2001-2003. Namun, kecintaannya pada dunia literasi dan pendidikan membuatnya memilih mengundurkan diri demi fokus mengajar. Selain itu, ia pernah terlibat dalam Komisi Kebenaran dan Persahabatan (2005-2006) serta menjadi tim penilai Penghargaan Kebudayaan Presiden RI.

Romo Mudji adalah pribadi yang produktif. Sejak tahun 1983, menulis telah menjadi ritual harian yang melahirkan puluhan buku mengenai filsafat, budaya, dan kritik sosial. Tak hanya melalui kata-kata, ia juga mengekspresikan perenungan spiritualnya melalui garis-garis sketsa. Ia dikenal sebagai pelukis yang rutin menggelar pameran untuk membagikan kisah perjalanan ritual dan intelektualnya.

Hingga kini, di usianya yang terus bertambah, Romo Mudji tetap dikenal sebagai sosok yang cerdas, kritis, namun tetap hangat. Melalui keterlibatannya dalam Borobudur Writers & Cultural Festival dan berbagai media massa, ia terus konsisten mengawal nalar budaya dan kemanusiaan di Indonesia.

Kepergian Romo Mudji Sutrisno menjadi kehilangan besar bagi Gereja Katolik, dunia akademik, serta komunitas seni dan budaya nasional. Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian almarhum semasa hidup.

“Semoga Rm. Mudji beristirahat dalam damai Tuhan,” tutup pesan duka tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X