Borneo, idenusantara.com – Di tengah hiruk-pikuk persiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional, sebuah aspirasi jujur muncul dari siswa-siswi di pedalaman Kalimantan. Mereka mengirimkan pesan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa prioritas utama mereka saat ini bukanlah makan siang di sekolah, melainkan akses jalan yang layak.
Bagi para siswa ini, perjalanan menuju sekolah adalah perjuangan fisik. Jalanan tanah yang berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan seringkali membuat seragam mereka kotor sebelum pelajaran dimulai, atau bahkan memaksa mereka bolos karena akses yang putus total.
Baca Juga: Habiskan Rp 1,5 Miliar untuk Dapur MBG, Bangunan Sudah Berdiri Tapi Tak Bisa Beroperasi
Jalan rusak meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara menuju sekolah.
Akses yang buruk membuat waktu perjalanan menjadi dua kali lipat lebih lama. Siswa tiba di sekolah dalam keadaan lelah secara fisik akibat medan jalan yang berat.
"Percuma ada makanan bergizi kalau kami harus bertaruh nyawa di jalan setiap hari. Kami ingin sekolah dengan aman, tanpa takut jatuh ke lumpur," ungkap seorang siswa dengan nada getir.
Masyarakat setempat berharap pemerintah tidak hanya fokus pada program bantuan sosial bersifat konsumtif, tetapi juga mempercepat konektivitas infrastruktur di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) demi masa depan pendidikan anak-anak di Kalimantan.
Artikel Terkait
Negara Gagal, Seorang Anak Memilih Bundir