Baca Juga: Bertemu PM Rabuka, Prabowo Tegaskan Komitmen perkuat kerjasama dengan Fiji
Menko perekonomian itu juga menyebutkan investasi EcoPro di Morowali senilai hampir 500 juta dolar AS untuk produksi cathode precursor dan smelter nikel. KCC Glass yang telah berinvestasi di Kawasan Industri Batang juga berencana melakukan ekspansi, dengan harapan adanya dukungan harga gas bumi yang kompetitif.
“KCC Glass juga melaporkan ke Bapak Presiden akan melakukan ekspansi dengan permintaan agar harga gas di dalam negeri bisa harga gas bumi tertentu yang sudah dirapatkan dengan Bapak Presiden,” ucap Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga juga menambahkan, perusahaan lain seperti LX International berkomitmen melanjutkan investasi di sektor batubara, nikel, dan perkebunan hingga setengah miliar dolar AS.
Baca Juga: Perkuat Hubungan Bilateral, Prabowo Kunjungi Turki Bahas Kerjasama Perdagangan dan Pertahanan
Sementara itu, lanjut Airlangga, sektor pertahanan turut diperkuat melalui perusahaan yang memproduksi amunisi, serta SK Group yang tengah membangun pabrik Plasma Convalescent di Cikarang untuk memenuhi kebutuhan medis dalam negeri.
Menutup keterangannya, Airlangga menuturkan bahwa delegasi Korea Selatan pun menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pemerintah Indonesia dalam mendengarkan aspirasi dan rencana bisnis para investor.
“Mereka mengapresiasi pertemuan dengan Bapak Presiden yang berjalan secara terbuka. Dan Bapak Presiden mendengar satu per satu. Dan itu yang membuat mereka sangat mengapresiasi keterbukaan pemerintah,” tutur Airlangga.***