"Harapan kita, pendamping bisa membawa 10 graduasi KPM tiap tahunnya," katanya.
Lebih lanjut, ia meminta para pendamping menjaga integritas dan kepercayaan publik. Ia mewanti-wanti agar mereka tak terlibat manipulasi atau pun pungutan liar.
"Jadilah panutan, karena wajah negara di mata rakyat miskin adalah pendamping," katanya.
Ia juga meminta para pendamping memastikan validitas data lewat pengecekan di lapangan yang objektif dan akurat.
Baca Juga: Gubernur NTT Launching Perluasan Wilayah Uji Coba Telemedicine
Dalam kesempatan ini Gus Ipul juga mengingatkan para pendamping untuk mengawal program Sekolah Rakyat. Sebab, Sekolah Rakyat menjadi solusi pengentasan kemiskinan jangka panjang.
"Pendamping harus memastikan bahwa siswa berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Cek rumahnya, cari tahu kondisi keluarganya. Bantu fasilitasi pendaftaran, pantau kelayakan, dan pastikan tidak ada anak miskin yang tercecer dari pendidikan," katanya.
Terakhir, Gus Ipul mengatakan bahwa tugas sebagai pendamping merupakan ladang ibadah sosial, sehingga harus dijalani dengan hati dan bukan sekadar rutinitas.
"Profesionalisme, keikhlasan, dan semangat gotong royong adalah senjata utama kita dalam memutus rantai kemiskinan," katanya.