Jakarta, idenusantara.com -- Gibran Rakabuming Raka (lahir 1 Oktober 1987) adalah seorang politikus dan pengusaha Indonesia yang menjabat sebagai wakil presiden Indonesia sejak 20 Oktober 2024. Gibran dilantik sebagai wakil presiden saat berumur 37 tahun, dan menjadikannya wakil presiden termuda dalam sejarah Indonesia.
Gibran merupakan anak sulung dari Presiden Indonesia ketujuh, Joko Widodo. Ia menyelesaikan pendidikan sembilan tahun pertamanya di Surakarta, sebelum pindah ke Singapura di mana ia belajar di Sekolah Menengah Orchid Park. Meskipun masa jabatannya relatif singkat, pengaruh Gibran terhadap Surakarta sangat besar, sehingga ia dinobatkan sebagai walikota paling populer pada tahun 2021, menurut Indikator Indonesia.
Gibran lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada tanggal 1 Oktober 1987, sebagai anak sulung dan putra dari Joko Widodo dan Iriana yang memiliki tiga orang anak. Gibran menyelesaikan pendidikan sembilan tahun pertamanya di Surakarta, sebelum pindah ke Singapura di mana ia belajar di Sekolah Menengah Orchid Park. Setelah lulus sekolah menengah, Gibran mendaftar di UTS Insearch, program jalur (preparatory cources) bagi mahasiswa asing yang ingin belajar di Universitas Teknologi Sydney di Australia, namun memutuskan untuk pindah kembali ke Singapura untuk pendidikan sarjana perguruan tinggi. Ia memperoleh diploma dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) atau Institut Pengembangan Manajemen Singapura pada tahun 2010, dengan gelar BSc (S1) dari Universitas Bradford yang mitra MDIS.
Baca Juga: Wapres Gibran Berbagi Kebahagiaan dengan Anak-Anak dari LKSA Kota Kupang
Karir Bisnis
Setelah beberapa tahun bekerja di bisnis furnitur keluarganya, Gibran pada tahun 2010 mendirikan Chilli Pari, sebuah bisnis jasa boga yang berbasis di Surakarta. Menurut Gibran, dirinya terinspirasi mendirikan perusahaan tersebut setelah menyadari minimnya layanan jasa boga untuk pusat konferensi milik ayahnya. Jokowi yang berniat agar Gibran mewarisi kepemimpinan bisnis furniturnya, awalnya menentang keputusan putra sulungnya yang ingin memulai bisnis jasa boga. Namun, perusahaan tersebut semakin berkembang dan fokus pada penyediaan layanan pesta pernikahan.
Gibran kemudian pada tahun 2015 memulai Markobar, sebuah jaringan martabak, yang dibuka di 29 lokasi di Indonesia pada tahun 2017. Jokowi mengatakan pada tahun 2017 bahwa meskipun awalnya dia tidak menyetujui bisnis makanan putranya, keuntungan perusahaan Gibran akhirnya dinilai lebih tinggi daripada perusahaan furnitur miliknya. Kekayaan Gibran yang diajukan pada 2020 sebagai syarat mencalonkan diri dilaporkan sebesar Rp22,1 miliar.
Karir Politik (Wali Kota Surakarta, 2021–2024)
Pada Juli 2019, Gibran dinobatkan sebagai calon favorit Pemilihan umum Wali Kota Surakarta 2020, menurut survei Universitas Slamet Riyadi yang berbasis di kota tersebut. Walikota Surakarta adalah jabatan ayahnya sebelum menjadi Gubernur Jakarta, dan kemudian menjadi Presiden Indonesia. Dua bulan setelah survei, Gibran mendaftar sebagai anggota PDI-P, partai politik ayahnya, untuk mencalonkan diri dalam pemilihan wali kota. PDI-P secara resmi mendukung Gibran sebagai calon walikota pada Juli 2020, menjodohkannya dengan Ketua DPRD, Teguh Prakosa.
Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi SMKS Maritim Nusantara Kupang
Menyadari akan sia-sia menantang pengaruh Jokowi dalam pemilu, semua partai yang terwakili di DPRD mendukung Gibran kecuali Partai Keadilan Sejahtera (PKS), berpotensi menciptakan pemilu yang tidak terbantahkan. Namun Bagyo Wahyono yang berprofesi sebagai penjahit, mendaftar sebagai calon independen dan disetujui pada 6 September 2020.
Pada pemilu sendiri, Gibran menang telak setelah meraih 86,53 persen suara (225.451 suara). Selain mendapatkan keuntungan dari statusnya sebagai putra presiden petahana dan mantan walikota paling populer di kota tersebut, kampanye Gibran menghabiskan dana hampir 30 kali lebih banyak dibandingkan dengan kampanye Bagyo.
Meski masa jabatannya relatif singkat, pengaruh Gibran terhadap Kota Surakarta sangat besar hingga ia dinobatkan sebagai Wali Kota terpopuler tahun 2021 menurut Indikator Indonesia. Pengakuan ini tidak hanya diberikan karena kedekatannya dengan ayahnya, Presiden Joko Widodo, namun juga karena langkah proaktifnya dalam mengatasi dampak Covid-19 dan mendorong kebijakan yang mendapat liputan media yang signifikan.