Menurutnya, posisi Rote Ndao sebagai daerah kepulauan sekaligus wilayah perbatasan menjadikan kabupaten ini rawan dijadikan jalur peredaran narkoba.
"Commander WISH bagi kami bukan sekadar forum seremonial, tetapi momentum strategis untuk mempercepat langkah. Kami akan memperkuat soliditas internal, menjaga integritas kerja, dan memperluas sinergitas lintas sektor agar P4GN benar-benar menyentuh masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Gubernur NTT Melkiades Laka Lena Pastikan Penanganan Darurat Bencana di Nagekeo Berjalan Maksimal
Lodovikus menegaskan, BNNK Rote Ndao akan bersikap tegas terhadap pengedar, namun tetap humanis terhadap penyalahguna dengan memperkuat layanan rehabilitasi.
Ia menyebut, penyalahguna seringkali adalah korban yang harus diselamatkan, bukan dimusuhi.
"Kami ingin memastikan anak-anak muda Rote Ndao tidak semakin terjerumus. Rehabilitasi harus menjadi jalan agar mereka pulih, kembali ke sekolah, bekerja, dan memberi kontribusi positif bagi daerah," tegasnya.
Lebih jauh, Lodovikus juga menambahkan, BNNK Rote Ndao akan memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, sekolah, organisasi pemuda, dan masyarakat sipil untuk membangun benteng sosial yang kuat melawan narkoba.
Rote Ndao Menuju Kabupaten Bersih Narkoba
Partisipasi BNNK Rote Ndao dalam Commander WISH 2025 menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung kebijakan pusat sekaligus merancang strategi berbasis lokal.
Fokus utama adalah melindungi generasi muda dari ancaman narkoba melalui pencegahan di sekolah dan komunitas, pemberdayaan masyarakat (Dayamas), serta rehabilitasi dan pemberantasan yang lebih efektif.
Output dari keikutsertaan ini jelas: memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas layanan, memperluas sinergi lintas sektor, dan memastikan penindakan hukum berjalan tegas terhadap jaringan narkoba.
Dengan langkah ini, BNNK Rote Ndao menargetkan agar cita-cita “Rote Ndao Bersih Narkoba” benar-benar terwujud, sekaligus menjadi bagian dari gerakan nasional menuju Indonesia Bersinar.