Menurut Gus Ipul, penerima BLTS berasal dari keluarga miskin di desil 1 hingga 4 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari 35,04 juta lebih KPM penerima BLTS, 20,88 juta lebih KPM memperoleh bantuan penebalan, sedangkan sisanya 14,15 juta lebih KPM merupakan penerima bantuan baru.
“Data penerima mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di triwulan pertama, dan DTSEN pada triwulan selanjutnya (triwulan II-IV) yang dilakukan pemutakhiran data penerima setiap tiga bulan sekali dalam rangka bantuan sosial (bansos) tepat sasaran," terang Gus Ipul.
Baca Juga: Akun Pembuat Meme Bahlil Lahadalia Dilaporkan ke Polisi, AMPG: Ini Bukan Kritik Tapi Penghinaan
Khusus triwulan IV terdapat penambahan penerima bansos yang diberikan kepada KPM baru di desil 1- 4 DTSEN (di luar penerima bansos reguler). Data ini diperoleh dari hasil pemadanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Sosial, BPS dan Kementerian Keuangan.
Gus Ipul menambahkan, bahwa proses penyaluran triwulan IV Bansos Reguler dan Perluasan sudah dimulai sejak hari ini hingga dua pekan kedepan.
Baca Juga: HUT ke-61 Partai Golkar, DPD II Golkar Matim Gelar Jalan Sehat
Mensos Gus Ipul: BLT Rp 900.000 Sudah Disalurkan ke 8 Juta Keluarga Hari Ini
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp 900.000 mulai dilakukan, pada Senin (20/10/2025). Bantuan tersebut akan diberikan secara bertahap kepada masyarakat penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Ia mengatakan, BLT tersebut sudah disalurkan kepada 8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Jadwal sudah mulai hari ini bertahap. Mulai hari ini sudah bisa. Hari ini yang lewat Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) salur ke 8 juta lebih,” ujar Gus Ipul, di kantor Kementerian Sosial.
Baca Juga: PMKRI Ruteng Goes to School, Komitmen Bersama Cegah Kekerasan Seksual dan Pergaulan Bebas
BLT senilai Rp 300.000 per bulan selama Oktober hingga Desember 2025 diluncurkan hari ini, dan termasuk dalam paket stimulus ekonomi yang akan disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Gus Ipul menuturkan, penyaluran BLT ini berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) yang mencakup kelompok Desil 1 hingga Desil 4, yaitu lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
“Makanya itu di desil 1, 2, 3, 4, semuanya kembali ke DTSN,” kata dia. Gus Ipul menuturkan, mekanisme penyaluran dilakukan melalui dua jalur utama, yakni melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia.
“Pengambilan di kantor pos itu ada dua. Ada yang bisa datang ke kantor pos, ada juga yang diantar. Bagi yang bisa datang, ya datang. Tapi, yang tidak bisa, akan didatangi langsung,” ucap dia.