Suasana diskusi berlangsung hidup. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya mengenai tantangan guru pemula, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, hingga cara menghadapi karakter peserta didik yang semakin akrab dengan dunia digital. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa generasi calon guru kini semakin sadar bahwa profesi pendidik membutuhkan kemampuan belajar sepanjang hayat.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP IKIP Siliwangi Bandung, Dr. Adi Nurjaman, M.Pd., menegaskan bahwa kemitraan yang dibangun kedua perguruan tinggi tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama.
"Kegiatan Kuliah Praktisi ini merupakan wujud nyata implementasi kerja sama antara IKIP Siliwangi Bandung dan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, serta mendukung pengembangan mutu pendidikan di kedua institusi," kata Adi.
Menurut dia, pertukaran pengalaman antarkampus menjadi salah satu cara efektif mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi. Kolaborasi memungkinkan dosen dan mahasiswa belajar dari praktik baik yang telah dikembangkan institusi lain, sekaligus membuka ruang lahirnya inovasi baru dalam pembelajaran.
Kuliah Praktisi ini menjadi kelanjutan dari rangkaian kerja sama yang telah dibangun kedua institusi. Sebelumnya, dosen Unika Santu Paulus Ruteng juga terlibat sebagai narasumber dalam kegiatan akademik di IKIP Siliwangi Bandung. Pola kolaborasi dua arah tersebut memperlihatkan bahwa hubungan kedua kampus berkembang menjadi kemitraan yang bertumpu pada pertukaran pengetahuan, penguatan tata kelola program studi, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Di tengah tantangan pendidikan yang terus berubah, kolaborasi semacam ini menjadi pengingat bahwa peningkatan mutu guru tidak lahir dari kerja satu institusi semata. Ia tumbuh melalui jejaring akademik yang saling menguatkan, saling belajar, dan bersama-sama membangun kualitas pendidikan. Dari ruang kuliah di Ruteng hingga pengalaman kampus unggul di Bandung, keduanya dipertemukan oleh satu tujuan yang sama: menyiapkan guru matematika Indonesia yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi masa depan.