IDENUSANTARA.COM - Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menegaskan bahwa Pendidikan Profesi Guru (PPG) tidak dimaknai semata-mata sebagai jalur memperoleh gelar Guru Profesional (Gr.), melainkan sebagai proses pembentukan guru yang berkarakter, kompeten, reflektif, dan siap menghadapi tantangan nyata dunia pendidikan. Penegasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis, 29 Januari 2026, di Ruang Micro Teaching Lantai 2 Gedung Perpustakaan Unika St. Paulus Ruteng.
Kegiatan orientasi ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh 31 mahasiswa PPG Calon Guru, dengan 28 peserta hadir secara luring dan 3 mahasiswa mengikuti secara daring. Orientasi menjadi pintu masuk awal bagi mahasiswa untuk memahami filosofi, arah, serta tuntutan pendidikan profesi guru yang tidak ringan dan menuntut komitmen penuh.
Ketua Program Studi PPG Unika St. Paulus Ruteng, Drs. Eliterius Sennen, M.Pd., menegaskan bahwa orientasi dirancang sebagai fondasi awal untuk membangun pemahaman menyeluruh mahasiswa tentang pelaksanaan PPG, baik dari aspek akademik maupun administratif, sekaligus menanamkan kesadaran profesional sebagai calon pendidik.
"Orientasi ini kami rancang untuk memberi pemahaman awal tentang pelaksanaan PPG, baik aspek akademik maupun administratif, sekaligus membangun komitmen profesional sebagai calon guru," ungkap Eliterius.
Ia menjelaskan bahwa orientasi PPG memiliki tujuan strategis, antara lain memberikan pemahaman tentang sistem dan mekanisme pelaksanaan PPG, menjelaskan hak dan kewajiban mahasiswa, membangun semangat profesionalisme calon guru, serta mengenalkan lingkungan akademik dan sarana prasarana pendukung perkuliahan PPG Calon Guru di Unika St. Paulus Ruteng.
Lebih jauh, Eliterius menekankan bahwa orientasi bukan sekadar kegiatan seremonial atau pengenalan teknis perkuliahan, tetapi merupakan bagian penting dari proses pembentukan jati diri profesional calon guru.
"Kegiatan orientasi membantu mahasiswa mengenal lingkungan akademik, membangun keterampilan pedagogik, membentuk identitas profesional, memperluas jejaring, serta mempersiapkan kesiapan mental dan emosional menghadapi proses pendidikan," jelasnya.
Baca Juga: Akreditasi Unggul Terbanyak , Kampus Unika Ruteng Didaulat Sebagai Kampus Berkualitas di NTT
Menurutnya, pendidikan profesi guru menuntut kesiapan menyeluruh, tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga sikap, etika, dan tanggung jawab moral sebagai pendidik.
"Secara keseluruhan, orientasi ini mempersiapkan mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan profesi guru secara optimal,” tambah Eliterius.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Tahun 2026.
"Dengan penuh sukacita, kami menyambut 31 mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar PPG Unika Santu Paulus Ruteng," tuturnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unika St. Paulus Ruteng, Yohanes Mariano Dangku, S. Fil., M.Pd., menegaskan bahwa PPG harus dipahami sebagai proses pembentukan manusia pendidik yang utuh, bukan sekadar jalan pintas untuk memperoleh gelar.
Baca Juga: Unika Ruteng Bekali Ribuan Wisudawan untuk Melawan Manipulasi dan Kebodohan Digital
Artikel Terkait
Resmikan Gerai NTT Mart Ngada, Gubernur Melki: Upaya Pemprov Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Akses Pasar Produk UMKM Lokal
Resmikan NTT Mart di Manggarai, Gubernur Melki : Ini Cara Kita Memuliakan Produk UMKM NTT
Bupati Manggarai Apresiasi Launching NTT Mart UBSP Lembu Nai di SMA Negeri 2 Langke Rembong
Babak Baru Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Rosina Dewi Diperiksa Tipidsus Polres Manggarai
Penabrak Balita di Manggarai Barat Resmi Ditahan Polisi
Wagub Johni Asadoma Kunjungi Kota Denpasar, Ajak Untuk Rajut Kembali Harmoni Warga NTT – Bali
Polemik Pemekaran Luwu Raya Memanas, Gubernur Sulsel Asik Makan Pizza