Unika St. Paulus Ruteng Tekankan PPG Bukan Sekadar Gelar, tapi Pembentukan Guru Profesional

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Kamis, 29 Januari 2026 | 15:44 WIB
Ketua Program Studi PPG Unika St. Paulus Ruteng, Drs. Eliterius Sennen, M.Pd., saat memberikan sambutan dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 pada Kamis, 29 Januari 2026. (Sumber Foto: Humas Unika Santu Paulus Ruteng)
Ketua Program Studi PPG Unika St. Paulus Ruteng, Drs. Eliterius Sennen, M.Pd., saat memberikan sambutan dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 pada Kamis, 29 Januari 2026. (Sumber Foto: Humas Unika Santu Paulus Ruteng)

IDENUSANTARA.COM - Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng menegaskan bahwa Pendidikan Profesi Guru (PPG) tidak dimaknai semata-mata sebagai jalur memperoleh gelar Guru Profesional (Gr.), melainkan sebagai proses pembentukan guru yang berkarakter, kompeten, reflektif, dan siap menghadapi tantangan nyata dunia pendidikan. Penegasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis, 29 Januari 2026, di Ruang Micro Teaching Lantai 2 Gedung Perpustakaan Unika St. Paulus Ruteng.

Kegiatan orientasi ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh 31 mahasiswa PPG Calon Guru, dengan 28 peserta hadir secara luring dan 3 mahasiswa mengikuti secara daring. Orientasi menjadi pintu masuk awal bagi mahasiswa untuk memahami filosofi, arah, serta tuntutan pendidikan profesi guru yang tidak ringan dan menuntut komitmen penuh.

Baca Juga: Transformasi Kurikulum Pendidikan Matematika: Langkah Strategis Unika Santu Paulus Ruteng Hadapi Era Digital

Ketua Program Studi PPG Unika St. Paulus Ruteng, Drs. Eliterius Sennen, M.Pd., menegaskan bahwa orientasi dirancang sebagai fondasi awal untuk membangun pemahaman menyeluruh mahasiswa tentang pelaksanaan PPG, baik dari aspek akademik maupun administratif, sekaligus menanamkan kesadaran profesional sebagai calon pendidik.

"Orientasi ini kami rancang untuk memberi pemahaman awal tentang pelaksanaan PPG, baik aspek akademik maupun administratif, sekaligus membangun komitmen profesional sebagai calon guru," ungkap Eliterius.

Ia menjelaskan bahwa orientasi PPG memiliki tujuan strategis, antara lain memberikan pemahaman tentang sistem dan mekanisme pelaksanaan PPG, menjelaskan hak dan kewajiban mahasiswa, membangun semangat profesionalisme calon guru, serta mengenalkan lingkungan akademik dan sarana prasarana pendukung perkuliahan PPG Calon Guru di Unika St. Paulus Ruteng.

Lebih jauh, Eliterius menekankan bahwa orientasi bukan sekadar kegiatan seremonial atau pengenalan teknis perkuliahan, tetapi merupakan bagian penting dari proses pembentukan jati diri profesional calon guru.

"Kegiatan orientasi membantu mahasiswa mengenal lingkungan akademik, membangun keterampilan pedagogik, membentuk identitas profesional, memperluas jejaring, serta mempersiapkan kesiapan mental dan emosional menghadapi proses pendidikan," jelasnya.

Baca Juga: Akreditasi Unggul Terbanyak , Kampus Unika Ruteng Didaulat Sebagai Kampus Berkualitas di NTT

Menurutnya, pendidikan profesi guru menuntut kesiapan menyeluruh, tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga sikap, etika, dan tanggung jawab moral sebagai pendidik.

"Secara keseluruhan, orientasi ini mempersiapkan mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan profesi guru secara optimal,” tambah Eliterius.

Ia pun menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang I Tahun 2026.

"Dengan penuh sukacita, kami menyambut 31 mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar PPG Unika Santu Paulus Ruteng," tuturnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unika St. Paulus Ruteng, Yohanes Mariano Dangku, S. Fil., M.Pd., menegaskan bahwa PPG harus dipahami sebagai proses pembentukan manusia pendidik yang utuh, bukan sekadar jalan pintas untuk memperoleh gelar.

Baca Juga: Unika Ruteng Bekali Ribuan Wisudawan untuk Melawan Manipulasi dan Kebodohan Digital

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X