Kurang lebih 600 an meter memasuki puncak pu"u naka yang dikenal sebagai titik terekstrim di ruas jalan ini, kondisi jalan kian mengerikan. Gundukan pasir cadas tampak membanjiri jalan
Di titik ini, kelihaian sang pengendara kembali diuji. Kendaraan kemudian memasuki lorong tebing dengan pemandangan menakjubkan. Rombongan Kapolsek dan Panwascam Ndona kemudian bernapas lega dan mengambil waktu istrahat sejenak
Baca Juga: Universitas Muhammadiyah Kupang Deklarasi Pemilu Damai tanpa Black Campaign dan Isu Sara
Tak lama berselang, rombongan kemudian terus bergerak menuju desa Wolokota. Turunan tajam dan terjal kembali menyapa kedatangan kendaraan polsek Ndona itu. Di titik ini, tidak ada sepotong aspal maupun rabat beton yang tampak
Posisi kendaraan bagai mengarungi gelombang laut selatan yang ganas, ketika menuruni puncak Wolowaru sejauh 700 an meter dan mesti melalui belokan tajam yang dipenuhi gulingan pasir dan kerikil
Kriiiikkkk, bunyi rem kendaraan terdengar jelas. Tatkala badan jalan terhalang pepohonan yang tumbang akibat angin kencang. Dengan jelas bahu jalan dipenuhi pasir dan kerikil tanpa tembok pengaman
"Semua turun, bersihkan pohon di depan" Perintah Kapolsek
Dengan sigap, anggota polsek Ndona yang dipimpin langsung kapolsek membersihkan pohon yang tumbang itu
Alhasil, kendaraan kemudian melewatinya dan terus melaju menuju desa Wolokota. Di sepanjang jalur ini, pesona alam terbuka dengan lautan lepas membius rombongan untuk mengabadikan momen itu
Dari jauh, tampak dengan jelas Kampung Adat Wolokota dan Kekasewa. Kendaraan lalu kembali melaju menuju desa Wolokota dan juga harus melalui kondisi jalan serupa. Tak ada aspal atau stapak. Tebing dan jurang terjal juga menghiasi badan jalan
Baca Juga: GMKI Kupang: Penyelenggaraan Pesta Abar Pemilu 2024 yang Damai Adalah Tanggung Jawab Bersama
Rombongan ini, kemudian mencapai desa Wolokota. Dan melanjutkan perjalanan ke Desa Kekasewa, menggunakan kendaraan roda dua milik warga Wolokota
Perjalanan menuju desa Kekasewa, menggunakan kendaraan Roda Dua juga dihadapkan dengan stapak sempit, licin dan terjal sejauh 1 Km