Tantang Bahaya Demi Pemilu Aman; Polsek Bersama Panwascam Ndona Terobos Jalan Terjal

photo author
FD, Ide Nusantara
- Sabtu, 27 Januari 2024 | 12:16 WIB
Rombongan Kapolsek Ndona dan Panwascam Ndona (Foto: Ide Nusantara)
Rombongan Kapolsek Ndona dan Panwascam Ndona (Foto: Ide Nusantara)

Kurang lebih 600 an meter memasuki puncak pu"u naka yang dikenal sebagai titik terekstrim di ruas jalan ini, kondisi jalan kian mengerikan. Gundukan pasir cadas tampak membanjiri jalan

Di titik ini, kelihaian sang pengendara kembali diuji. Kendaraan kemudian memasuki lorong tebing dengan pemandangan menakjubkan. Rombongan Kapolsek dan Panwascam Ndona kemudian bernapas lega dan mengambil waktu istrahat sejenak

Puncak Puunaka Jalur Jalan Reka- Wolokota
Puncak Puunaka Jalur Jalan Reka- Wolokota

Baca Juga: Universitas Muhammadiyah Kupang Deklarasi Pemilu Damai tanpa Black Campaign dan Isu Sara

Tak lama berselang, rombongan kemudian terus bergerak menuju desa Wolokota. Turunan tajam dan terjal kembali menyapa kedatangan kendaraan polsek Ndona itu. Di titik ini, tidak ada sepotong aspal maupun rabat beton yang tampak

Posisi kendaraan bagai mengarungi gelombang laut selatan yang ganas, ketika menuruni puncak Wolowaru sejauh 700 an meter dan mesti melalui belokan tajam yang dipenuhi gulingan pasir dan kerikil

Kriiiikkkk, bunyi rem kendaraan terdengar jelas. Tatkala badan jalan terhalang pepohonan yang tumbang akibat angin kencang. Dengan jelas bahu jalan dipenuhi pasir dan kerikil tanpa tembok pengaman

"Semua turun, bersihkan pohon di depan" Perintah Kapolsek

Dengan sigap, anggota polsek Ndona yang dipimpin langsung kapolsek membersihkan pohon yang tumbang itu

Kapolsek Ndona bersama rombongan tampak sigap menyingkirkan pepohonan
Kapolsek Ndona bersama rombongan tampak sigap menyingkirkan pepohonan

Alhasil, kendaraan kemudian melewatinya dan terus melaju menuju desa Wolokota. Di sepanjang jalur ini, pesona alam terbuka dengan lautan lepas membius rombongan untuk mengabadikan momen itu

Dari jauh, tampak dengan jelas Kampung Adat Wolokota dan Kekasewa. Kendaraan lalu kembali melaju menuju desa Wolokota dan juga harus melalui kondisi jalan serupa. Tak ada aspal atau stapak. Tebing dan jurang terjal juga menghiasi badan jalan

Baca Juga: GMKI Kupang: Penyelenggaraan Pesta Abar Pemilu 2024 yang Damai Adalah Tanggung Jawab Bersama

Rombongan ini, kemudian mencapai desa Wolokota. Dan melanjutkan perjalanan ke Desa Kekasewa, menggunakan kendaraan roda dua milik warga Wolokota

Perjalanan menuju desa Kekasewa, menggunakan kendaraan Roda Dua juga dihadapkan dengan stapak sempit, licin dan terjal sejauh 1 Km

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: FD

Tags

Rekomendasi

Terkini

X