Idenusantara.com - Kasrem 161Wira Sakti Kupang, Kolonel Simon Petrus Kamlasi, melakukan silaturahmi di Keuskupan Ruteng, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai pada Jumat 03 Mei 2024.
Dalam kunjungan tersebut Kol. Simon Petrus Kamlasi di dampingi Adrianus Garu dan diterima langsung oleh Uskup Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Romo Alfons Segar dan Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, RD. Maksimus Regus, beserta sejumlah Romo yang ada di Keuskupan Ruteng.
Kedatangan Kol. Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu ke Keuskupan Ruteng untuk memperkenalkan sejumlah program TNI seperti Pompa Hidram, Sumur Bor, dan pembangunan rumah ibadah, serta Program Jaga Alam dan Air kepada Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Romo Alfons Segar, Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, RD Maksimus Regus, beserta sejumlah Romo yang hadir.
Dalam pertemuan itu, Uskup Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Romo Alfons Segar, memperkenalkan tiga festival pastoral Keuskupan, yakni Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Festival Golo Curu di Ruteng, dan Festival Lembah Sanpio di Kisol.
Hal itu pun direspon baik oleh Kol. Simon Petrus Kamlasi (SPK) yang siap mendukung program-program tersebut.
"Untuk pembangunan, memang kita butuh kerjasama antara Gereja, Pemerintah, dan TNI," kata Simon.
Sedangkan ketahanan pangan, Simon Petrus juga memberikan penjelasan terkait pemanfaatan Pertanian Smart Framing sehingga utang daerah yang tinggi pun tidak jadi persoalan karena masyarakat sudah memegang uang secara riil yang ada di tangan masyarakat.
Dirinya menjelaskan tentang smart farming atau dengan sebutan lain pertanian pintar, adalah konsep yang menggabungkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan pertanian untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan. Ini melibatkan penggunaan sensor, perangkat lunak analitik, kecerdasan buatan, dan konektivitas internet untuk mengoptimalkan proses pertanian.
"Dengan smart farming, petani dapat mengumpulkan data secara real-time tentang tanah, tanaman, cuaca, dan lingkungan sekitarnya. Data ini kemudian dianalisis untuk memberikan wawasan yang lebih baik dalam pengambilan keputusan, seperti kapan harus menyiram tanaman, memberi pupuk, mengendalikan hama, atau panen.
Selain itu, smart farming juga dapat mencakup penggunaan drone, robot, dan otomatisasi lainnya untuk mengotomatisasi tugas-tugas tertentu dalam pertanian," jelasnya.
Tak hanya itu Ia juga menambahkan soal pembangunan rumah Ibadah, dengan menawarkan gedung portable yang bisa digunakan untuk pembangunan rumah ibadah mini dengan berukuran 8x18.
"Bangunan ini sering kali dibangun dari material yang ringan dan mudah dipasang, seperti baja atau aluminium. Gedung portable sering digunakan untuk acara-acara sementara, proyek konstruksi, atau keperluan lain yang membutuhkan bangunan sementara dengan kemampuan mobilitas tinggi," tambahnya.