Partai Gerindra Belum Putuskan Figur untuk Maju Pilkada Manggarai Timur

photo author
Redaksi Ide Nusantara, Ide Nusantara
- Jumat, 3 Mei 2024 | 20:03 WIB
 Partai Gerindra saat menerima pendaftaran pasangan calon Pilkda Manggarai Timur, NTT. Foto: Istimewa
Partai Gerindra saat menerima pendaftaran pasangan calon Pilkda Manggarai Timur, NTT. Foto: Istimewa

 

Idenusantara.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini belum menetapkan figur yang akan diusung maju dalam kontestasi Pilkada yang akan dihelat 2024 ini.

Demikian disampaikan ketua DPC Gerindra Manggarai Timur, Nobertus Atus, saat menerima pendaftaran pasangan calon Pilkada, Agas Andreas - Tarsi Syukur atau yang kerap disebut paket AKUR, Kamis (2/4/2024).

Nobertus Atus menjelaskan bahwa paket AKUT menjadi pasangan bakal calon kepala daerah yang pertama mendaftar setelah pengumuman pendaftaran dibuka sejak 1 Mei 2024.

Karena itu, Nober membeberkan bahwa, setiap figur atau paket yang telah mendaftar nantinya akan mengikuti uji kompetensi yang akan diselenggarakan oleh DPP, “Tim seleksi DPP yang akan menilai,” ungkapnya.

Dalam tahapan tersebut, ungkap Nober, DPC Gerindra tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan sendiri siapa figur atau Paslon yang akan diusung pada Pilkada.

"Selain kompetensi dan elektabilitas, ada banyak faktor penilaiannya terutama soal soal kesiapan dari para calon sendiri baik persiapan finansial maupun persiapan tim pemenangan. Acuannya berdasarkan hasil survei,” tambahnya.

"DPC sama sekali tidak memiliki hak atau pun kewenangan untuk memutuskan siapa yang akan diusung. DPC adalah petugas partai. Semua keputusan tergantung DPP, termasuk menerbitkan SK pencalonan,” ungkap Nober.

Tambahnya, Partai politik (Parpol) pada umumnya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra putri daerah yang bercita-cita ingin membangun Manggarai Timur pada periode kepemimpinan 2024/2029.

"Jadwal pendaftaran di Gerindra dilakukan secara terbuka bagi semua orang. Siapa saja putri putri daerah yang bercita-cita ingin maju sebagai calon Bupati maupun Wakil Bupati. Tidak ada pengecualian,” ungkap anggota DPRD Matim tiga periode itu.

Ditanya terkait arah koalisi Gerindra, lalu siapa figur atau Paslon yang diusung, Nobertus berdalil semuanya tergantung penilaian dan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

"Sejauh ini Gerindra belum mengerucut ke figur calon tertentu. Kecuali jika saya maju. Kapasitas saya sebagai kader partai tentu tidak diragukan lagi oleh DPP. Saya sudah 10 tahun ada di Gerindra,” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi terkait kemungkinan dan peluang Gerindra untuk mengusung Kader sendiri, Nober menjelaskan bahwa syarat untuk mengusung Cabup-cawabup adalah mengantongi sekurang-kurangnya 20 persen dukungan Parpol atau 6 kursi di DPRD.

Sedangkan Gerindra hanya raih 2 kursi di DPR hasil Pileg 2024. Dibutuhkan 4 kursi lagi jika DPC Gerindra ingin mengusung kadernya sendiri. Artinya harus berkoalisi dengan partai lain,” ungkap Nober.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Ide Nusantara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X