Idenusantara.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini belum menetapkan figur yang akan diusung maju dalam kontestasi Pilkada yang akan dihelat 2024 ini.
Demikian disampaikan ketua DPC Gerindra Manggarai Timur, Nobertus Atus, saat menerima pendaftaran pasangan calon Pilkada, Agas Andreas - Tarsi Syukur atau yang kerap disebut paket AKUR, Kamis (2/4/2024).
Nobertus Atus menjelaskan bahwa paket AKUT menjadi pasangan bakal calon kepala daerah yang pertama mendaftar setelah pengumuman pendaftaran dibuka sejak 1 Mei 2024.
Karena itu, Nober membeberkan bahwa, setiap figur atau paket yang telah mendaftar nantinya akan mengikuti uji kompetensi yang akan diselenggarakan oleh DPP, “Tim seleksi DPP yang akan menilai,” ungkapnya.
Dalam tahapan tersebut, ungkap Nober, DPC Gerindra tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan sendiri siapa figur atau Paslon yang akan diusung pada Pilkada.
"Selain kompetensi dan elektabilitas, ada banyak faktor penilaiannya terutama soal soal kesiapan dari para calon sendiri baik persiapan finansial maupun persiapan tim pemenangan. Acuannya berdasarkan hasil survei,” tambahnya.
"DPC sama sekali tidak memiliki hak atau pun kewenangan untuk memutuskan siapa yang akan diusung. DPC adalah petugas partai. Semua keputusan tergantung DPP, termasuk menerbitkan SK pencalonan,” ungkap Nober.
Tambahnya, Partai politik (Parpol) pada umumnya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra putri daerah yang bercita-cita ingin membangun Manggarai Timur pada periode kepemimpinan 2024/2029.
"Jadwal pendaftaran di Gerindra dilakukan secara terbuka bagi semua orang. Siapa saja putri putri daerah yang bercita-cita ingin maju sebagai calon Bupati maupun Wakil Bupati. Tidak ada pengecualian,” ungkap anggota DPRD Matim tiga periode itu.
Ditanya terkait arah koalisi Gerindra, lalu siapa figur atau Paslon yang diusung, Nobertus berdalil semuanya tergantung penilaian dan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Sejauh ini Gerindra belum mengerucut ke figur calon tertentu. Kecuali jika saya maju. Kapasitas saya sebagai kader partai tentu tidak diragukan lagi oleh DPP. Saya sudah 10 tahun ada di Gerindra,” ungkapnya.
Ketika dikonfirmasi terkait kemungkinan dan peluang Gerindra untuk mengusung Kader sendiri, Nober menjelaskan bahwa syarat untuk mengusung Cabup-cawabup adalah mengantongi sekurang-kurangnya 20 persen dukungan Parpol atau 6 kursi di DPRD.
Sedangkan Gerindra hanya raih 2 kursi di DPR hasil Pileg 2024. Dibutuhkan 4 kursi lagi jika DPC Gerindra ingin mengusung kadernya sendiri. Artinya harus berkoalisi dengan partai lain,” ungkap Nober.
Artikel Terkait
PLN UIP Nusra Dorong Partisipasi Perempuan Lewat Program TJSL Budidaya Hortikultura di Poco Leok
PLN Mobile Proliga 2024 Siap Digelar, Kolaborasi Dukungan Untuk Pengembangan Voli di Tanah Air
Camat Ndona Ajak Masyarakat Pertahankan Nilai - Nilai Kearifan
SMKN 3 Mataram Resmi Kantongi Sertifikat Bengkel Konversi Motor Listrik Pertama Se-Indonesia Timur
Sambut Kehadiran Peserta EV Journey Experience, PLN: Selamat Datang, SPKLU di NTB Sudah Siap
Kesiapan SPKLU PLN Diapresiasi Pemudik, Semua Lancar dan Banyak Fasilitas Pendukungnya
Rangkaian Perjalanan PLN dan SMKN 3 Mataram Wujudkan Penerapan EV di NTB
Kelompok Tani Poco Leok Binaan PLN UIP Nusra Kembali Panen Sayur Hasil Budidaya Hortikultura
Usung Slogan Ndona Bersih Cerah dan Rukun; Warga Kecamatan Ndona Bergerak Bersama Bersihkan Lingkungan
PLN Women Summit 2024, Perkuat Eksistensi Perempuan Untuk Kemajuan Perseroan