Puisi : Hanya Kenangan
Oleh : Titin Minung ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )
Hujan mulai merintih, seketika itu hatiku menjadi ketar ketir.
Aku takut ia mungkin hanya membawa rindu.
Tanpa temu dirimu.
Wahai seseorang yang jauh disana.
Saat ini jarak yang menjadi pemisah kita.
Kepercayaan pun sangat teruji dikala itu.
Kebingungan mulai menjelajahi hati.
Awal mula kata - katamu sangat indah.
Hingga aku pun tertarik pada kata-kata yang engkau kirim lewat via WhatsApp.
Sampai menyuruhku untuk menunggu kehadiranmu.
Dalam hati aku selalu bertanya.
Seserius itukah dirimu.
Namun, setelah beberapa waktu.
Ternyata rasa bosan mulai menghasutmu.
Hingga pada akhirnya engkau menghilang.
Tanpa adanya penjelasan.
Mungkinkah engkau merasa sangat bosan.
Atau dengan alasan apa saja.
Sehingga membuat dirimu berpaling.
Disaat itu pula aku merasa kehilanganmu.
Jika singgahmu hanya sesaat
Mengapa menyuruhku untuk menunggu.
Baca Juga: PUISI : Surat Kecil Untuk Orang Tua
Titin Mimung