Puisi : Pamit
Oleh : Arnoldus Jansen ( Mahasiswa Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )
Timbul rasa ragu sore ini.
Tentang mentari yang pamit.
Meninggalkan bumi seraya.
Menciptakan sunyi senyap.
Malam menghampiri.
Mengundang gelap.
Pun menciptakan dingin.
Dalam hening malam yang begitu diam.
Namun, lagit berselimut ragu.
Akankah mentari hadir kembali esok hari?
Akankah ada hangat untuk kesekian kali.
Tidakkah bosan engkau menangis ?
Harus dengan cara apa aku merayu, agar engkau tak ada lagi rintik yang mengusik batinmu.
Lagit pun rindu akan hadirmu,
Memberi hangat lewat dekapmu,
Hingga menciptakan nyaman lewat pelukmu.
Arnoldus Jansen