Oleh : Yustina Mbi ( Mahasiswi Prodi PBSI UNIKA St. Paulus Ruteng, Kelas 2021B )
Namaku Yustina saya tinggal di salah satu tempat penginapan yang sering disebut kos. Saya kuliah di salah satu kampus ternama yang ada di Nusa Tenggara Timur ( NTT ) Kampus tersebut bernama UNIKA St. Paulus Ruteng yang letaknya di Jantung Kota Ruteng, Kecamatan Langke Rembong. Di sinilah ceritaku di mulai.
Awal masuk kuliah disebut sebagai masa-masa transisi, dimana perubahan dari masa SMA ke kuliah perlu dilakukan dengan penyesuaian diri. Biasanya waktu SMA memakai seragam, sekarang memakai pakaian bebas tetapi sopan. Dulu jaman SMA disebut siswa sekarang disebutnya mahasiswi/mahasiswa. Begitu juga dengan pengajarnya yang biasa di panggil Guru, berubah menjadi Dosen.
Kesan pertama saat di ajar oleh Dosen, beliau terlihat lebih santai dalam memberikan materi tidak sama seperti jaman SMA dulu. Tetapi tetap saja tugas yang diberikan Dosen sama saja seperti jaman SMA dulu, yaitu tugas individu dan kelompok yang harus dikumpulkan tepat waktu.
Baca Juga: PUISI : Balasan Cinta Untukmu
Di bangku kuliah saya mempunyai teman namanya Anna, orangnya baik, rajin, cakep. Di tengah perjalanan menuju kampus Anna tiba-tiba bertanya.
Anna, Yus,, tentunya kita kalau tamat nanti mengajar Bahasa Indonesia ya ?
" Ia Yas kita bisa mengajar SMP dan SMA juga, jawabku.
" Selain mengajar, usaha apa lagi yang ingin kamu tekuni nanti Yus. Ujar Anna.
Kalau saya nanti, saya ingi mengembangkan dunia liteeasi Anna. Sahutku.
( Ketika sedang asyiknya bercerita tibalah kami di gerbang kampus )
Baca Juga: PUISI : Trauma
Kehidupan di kuliah banyak mengajarkan saya arti persahabatan, kekompakan, hingga mengajarkan saya arti bertanggung jawab. Ternyata yang selama ini saya bayangkan tentang kuliah, rumit dan penuh dengan menumpuknya tugas. Tetapi, kegiatan kuliah yang saya ikuti, menyenangkan, banyak kawan, hingga banyak abang dan kakak-kakak yang bisa saya jadikan motivasi untuk lebih semangat lagi dalam menjalankan kuliah yang saya kerjakan sekarang ini.
Bahkan banyak abang dan kakak-kakak yang terus memberikan sedikit ilmu yang mereka miliki untuk di bagikan kepada saya, dari masalah susahnya jauh dari orang tua, keluarga. Hingga masalah kemanjaan saya yang tidak terbiasa hidup susah. Semua itu membuat saya lebih ingin banyak belajar lagi hidup mandiri.
Yustina Mbi
Artikel Terkait
Cerpen : Aku Diam Bukan Berarti Aku Tidak Mau Berjuang
CERPEN : Terlambat Berangkat Sekolah
PUISI : Balasan Cinta Untukmu
PUISI : Coretan Kertas Usang
PUISI : Trauma