Setelah pensiun, Simon tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia menjadi pelatih pemain muda di sejumlah akademi elite seperti Ajax Amsterdam, Standard Liège, dan klub-klub Timur Tengah seperti Al Ahli. Pada 2015, ia mendirikan Simon Tahamata Soccer Academy, akademi sepak bola independen yang fokus pada pembinaan teknik dasar dan karakter pemain muda.
Baca Juga: Agenda Kongres PSSI 2025, Bahas Statuta dan Laporan Keuangan PSSI
Kiprahnya sebagai pelatih dihormati banyak kalangan, termasuk oleh Ajax Amsterdam yang pada Maret 2024 memberikan penghormatan khusus kepadanya di Johan Cruyff Arena. Dalam momen emosional tersebut, ia disambut ribuan pendukung Ajax dengan spanduk bertuliskan, “Oom Simon, Terima Kasih.”
Kini, di usianya yang ke-69, Tahamata memilih untuk kembali “ke akar” dengan mengabdi pada sepak bola Indonesia. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan antusiasmenya atas kepercayaan yang diberikan.
“Terima kasih atas semua pesan yang baik. Saya sangat menantikan untuk bekerja bersama coach Patrick Kluivert dan seluruh staf teknis di Indonesia. Ini adalah babak baru yang sangat berarti bagi saya secara pribadi dan profesional,” ujarnya singkat.
Simon Tahamata dijadwalkan tiba di Indonesia pada akhir Mei 2025 dan akan langsung memulai tugasnya, membangun fondasi pencarian talenta berbasis data, pemantauan aktif, dan pendekatan personal terhadap pemain-pemain potensial baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Langkah Nyata Menuju Sepak Bola Kelas Dunia
Penunjukan Simon Tahamata adalah langkah nyata yang menunjukkan bahwa transformasi sepak bola Indonesia bukan sekadar wacana. Dengan kombinasi pengalaman internasional, kedekatan kultural, dan keahlian teknis yang mendalam, Simon diharapkan menjadi motor utama dalam penciptaan generasi emas sepak bola Indonesia.
PSSI kini menghadapi tantangan besar: membangun sistem yang tak hanya mampu memproduksi pemain berkualitas, tetapi juga mampu menyaring potensi terbaik dari seluruh penjuru dunia yang memiliki darah dan semangat Indonesia. Dan langkah itu baru saja dimulai bersama Simon Tahamata.***