Ia menjembatani institusi kepolisian, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat untuk bahu-membahu menolong warga rentan.
"Ini bukti pendidikan tinggi tidak berjarak dengan realitas sosial. Ilmu dari kampus menjelma aksi nyata yang menyentuh, memulihkan, dan mengubah hidup masyarakat di lapisan paling bawah," demikian semangat yang ia tunjukkan.
Semangat Bhayangkara Sejati: Mengayomi, Melindungi, Melayani
Di usia ke-80, Polri terus didorong untuk semakin dekat dengan masyarakat. Kisah Aipda Heribertus menjadi representasi dari semangat Bhayangkara sejati.
Wajah penegak hukum tidak melulu identik dengan ketegasan. Ada wajah lain: pengayom, pelindung, dan pelayan yang peduli kesehatan dan kemanusiaan.
Penghargaan Hari Bhayangkara ini menjadi pengingat bahwa pengabdian dalam diam di pelosok negeri, tidak pernah luput dari perhatian.
Dari tepian Manggarai, seorang bintara sekaligus ilmuwan forensik telah merajut kembali asa yang sempat koyak. Ia membuktikan bahwa negara dan ilmu pengetahuan, senantiasa hadir untuk mereka yang paling membutuhkan.