Bahasa Apa yang Digunakan Suku di Flores

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Selasa, 18 Februari 2025 | 16:41 WIB
Two manggaraian in action at traditional indigenious War Whip Fight Caci Dance. Dressed in traditional Caci Dance clothes trying to hit each other first with their whip. Manggaraian People Portrait Series. Labuan Bajo, East Nusa Tenggara - Flores, Indonesia, Southeast-Asia (iStock)
Two manggaraian in action at traditional indigenious War Whip Fight Caci Dance. Dressed in traditional Caci Dance clothes trying to hit each other first with their whip. Manggaraian People Portrait Series. Labuan Bajo, East Nusa Tenggara - Flores, Indonesia, Southeast-Asia (iStock)

Idenusantara.com - Berdasarkan hasil perhitungan leksikostatistik kita dapat membagi beberapa unsur bahasa daerah di Flores yang didasarkan pada perbedaan tiap-tiap suku. Masing-masing suku ini memiliki berbagai macam bahasa dan cara-cara pelafalannya. 

Secara umum bahasa tersebut berasal dari bahasa Melayu yang turut berkembang menyesuaikan daerah-daerah yang dihuni oleh suku-suku tersebut. Seperti daerah lain di NTT, Manggarai juga mendapat pengaruh pengembaraan dari orang-orang dari seberang, seperti Cina, Jawa, Bugis, Makasar, Belanda dan sebagainya. 

Maka tidak heran apabila bahasa Manggarai juga memiliki bahasa yang lebih khas terlepas dari ciri-ciri fisiknya yang berbeda dari orang-orang suku lain yang berada di Flores. Walaupun tiap wilayah tertentu memiliki ragam dialektika berbeda tetapi secara umum orang Flores memiliki setidaknya 6 bahasa daerah utama yaitu:

Baca Juga: Mengenal Pulau Flores, Suku dan Kebudayaannya

Bahasa Lamaholot

Umumnya dilafalkan oleh orang Flores Timur yang terdiri dari bagian Flores daratan, pulau Adonara, pulau Solor, dan pulau Lembata bagian barat-tengah.

Bahasa Sikka

Secara umum digunakan oleh orang Flores pada wilayah kabupaten Sikka.

Bahasa Ende-Lio

Digunakan oleh orang Flores dari suku Ende dan Lio.

Bahasa Ngada

Pemakaian bahasa ini meliputi masyarakat kabupaten Ngada.

Bahasa Nage-Keo

Pemakaian bahasa ini meliputi masyarakat kabupaten Nagekeo.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X