Ketua fraksi Hanura itu juga menyarankan kepada warga agar membuat komitmen tertulis dengan PLN.
"Kalau geothermal ini jadi, bagaimana nasib anak-anak muda kita? Dipekerjakan atau tidak? Buat komitmen itu dengan PLN," tukas Edi
Menanggapi pernyataan Edi Rihi dan anggota DPRD Manggarai yang mendukung kelompok masyarakat pro geothermal, salah satu warga Poco Leok dari kelompok aliansi tolak geothermal, Kristianus Jaret, menyayangkan sikap anggota DPRD Manggarai yang dinilai tidak bijak dalam merespon permasalahan yang terjadi di Pocoleok.
Kristianus Jaret menilai Edi Rihi dalam mendukung pernyataan warga pro Geothermal, sangat pragmatis dan tidak berkualitas serta tidak layak sebagai DPR.
Menurut Kristianus, sebagai wakil rakyat Edi Rihi harus melakukan analisis terlebih dahulu.
"Ini menjadi catatan bagi rakyat Manggarai seperti apa kualitas wakil kita. Pernyataan mereka melenceng jauh dari diskusi yang substansial yang selama ini digaungkan," tutur Kristianus
Kristianus juga berpandangan bahwa poin yang disampaikan oleh Edi mengartikan bahwa Edi Rihi tidak paham dampak dari Geothermal.
"Karena pro kontra yang terjadi selama ini, substansinya di sana. Soal dampak. Bukan soal program pusat juga bukan soal jaringan listrik," ujar Kristianus.
Lebih lanjut, Kristianus mengkritisi alasan Edi Rihi mendukung Geothermal untuk kemajuan wilayah Poco Leok.
"Memangnya, untuk memajukan Poco Leok harus dengan dukung proyek geothermal. Haruskah dengan geothermal untuk bisa perbaik jalan rusak, dan fasilitas lainnya," terang Kristianus
"Apa hubungannya, perbaik jalan rusak dan fasilitas lain dengan pembangunan geothermal. Apa ada kepentingan yang terselubung," pungkasnya***
Artikel Terkait
PLTP Ulumbu Eksisting Serap Tenaga Kerja Lokal hingga 97 Persen, Jadi Sumber Mata Pencaharian bagi Warga Sekitar
Pengembangan PLTP Ulumbu, Pengamat Energi: Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan Poco Leok Berpatok Pada Ekologi Integral
BPN Manggarai Terbitkan Sertifikat Tanah PLN Untuk Pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 di Poco Leok
DPRD NTT Sebut PLTP Ulumbu sebagai Kebutuhan Masyarakat dan Zaman