30.000 Penari Pecahkan 2 Rekor MURI Pada Puncak Perayaan Hardiknas 2025 Tingkat Provinsi NTT

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Senin, 5 Mei 2025 | 06:35 WIB
NTT raih 2 Rekor Muri di Hardiknas 2025 (Foto:Biro Administrasi Setda Prov NTT)
NTT raih 2 Rekor Muri di Hardiknas 2025 (Foto:Biro Administrasi Setda Prov NTT)

2. Lomba Kita Harus Belajar (KIHAJAR) tingkat Provinsi NTT,

3. Perlombaan dan pertandingan internal Dinas yang melibatkan seluruh pegawai dinas, guru dan kepala sekolah sebagai bentuk penguatan kebersamaan, sportifitas dan rekreasi positif di lingkungan kerja yang telah berlangsung pada 22 hingga 27 April 2025,

4. Gebyar SMK menampilkan potensi siswa/I SMK melalui pertunjukan keterampilan kerja dan produk inovatif. Gebyar SMK menjadi capaian pendidikan vokasi yang adaptif dan produktif, melibatkan 48 SMK dari Kota Kupang dan beberapa Kabupaten lain,

5. Pameran produk SMA oleh 32 SMA di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dan 1 SLB, menjadi aplikasi merdeka belajar di satuan pendidikan.

Baca Juga: Daftar Kabupaten dan Kota di Pulau Flores

“Rangkaian kegiatan ini dapat terlaksana karena dukungan dan partisipasi Siswa/i, Kepala Sekolah, Guru dan Penggiat Pendidikan. Terima kasih atas dukungan dan kehadiran Bapak Gubernur NTT, kami berharap kolaborasi lintas sektor, penguatan entitas budaya dan transformasi pendidikan semakin berakar dan berkembang di NTT,” tutup Ambros.

Rangkaian kegiatan memperingati Hardiknas Tahun 2025 kemudian dilanjutkan dengan Tarian Gawi dari Suku Ende Lio secara massal oleh siswa/i pelajar se-Kota Kupang bersama Gubernur Melki Laka Lena, Perwakilan Forkopimda NTT, Pimpinan Perangkat Daerah NTT dan tamu undangan setelah sebelumnya Gubernur Melki menyapa dan menyaksikan Tarian Tradisional dari 21 Kabupaten secara virtual.

Rangkaian acara lalu ditutup dengan peninjauan satu per satu stand Gebyar SMK dan Pameran Produk SMA oleh Gubernur Melki Laka Lena dan rombongan Pimpinan Perangkat Daerah. Gubernur Melki Laka Lena juga membeli beragam produk UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap produksi hasil kerajinan dalam daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X