Idenusantara.com-Bertepatan dengan hari kebebasan pers sedunia, Jurnalisme Matim mendeklarasikan tentang FORUM JURNALIS INDEPENDEN MANGGARAI TIMUR (FJI)-MATIM yang di Ketuai oleh salah satu wartawan senior Bapak Markus Makur dari Kompas.com.
Kepada media ini Markus Makur mengungkapkan bahwa dalam diskusi begitu banyak hal yang kami bahas terkait pekerjaan jurnalis yang sebenarnya harus independen.
Baca Juga: Tampil Memukau, Polisi Bawakan Lagu Rohani di Gereja GMIT Gunung Zalmon Labuan Bajo
"Banyak hal yang kami kita diskusikan, begitu banyak yang kita ketahui kalau memang jurnalis di Matim masih begitu banyak yang belum independen padahal independen adalah salah satu point penting dalam kode etik jurnalis," ungkap Markus.
"Salah satu kalimat yang melekat dalam otak saya dalam diskusi tadi malam adalah jangan menjadi wartawan titipan sakit hatinya orang yang artinya kata-kata ini harus di ingat oleh semua wartawan di Matim yang harus kerja independen yang walaupun itu bertolak belakang dengan Pemda Matim," lanjutnya.
Baca Juga: 30.000 Penari Pecahkan 2 Rekor MURI Pada Puncak Perayaan Hardiknas 2025 Tingkat Provinsi NTT
Menurutnya, wartawan Independen itu wartawan yang tidak takut untuk memberitakan apapun yang sedang terjadi intinya semua by data tidak melalui bahasa.
Disini wartawan juga harus bisa menerima kritikan dan jangan jadi wartawan anti kritik karena wartawan hebat tumbuh dalam kritik bagitu juga dengan pemerintah jangan jadi pemerintah anti kritik Terima semua kritikan dan dalami semuanya sambil melihat dan mencari tahu kebenarannya.
"jangan jadi wartawan anti kritik begitupun dengan pemerintah jangan jadi pemerintah anti kritik, harus bisa menerimanya sambil melihat dan mencari kebenarannya," pungkas jurnalis kemanusiaan itu .
"Harapannya semoga dengan adanya forum ini, akan begitu banyak wartawan di Matim yang bekerja Independen dan bisa menyuarakan suara masyarakat yang tidak bisa bersuara.
Wartawan itu panggilan atau pekerjaan," tutupnya.