Tekan Angka Stunting, Mahasiswa Keperawatan Unika Ruteng Turun Tangan di Desa Wae Codi

photo author
Gordianus Jamat, Ide Nusantara
- Senin, 26 Mei 2025 | 15:53 WIB
Tekan Angka Stunting, Mahasiswa Keperawatan Unika Ruteng Turun Tangan di Desa Wae Codi
Tekan Angka Stunting, Mahasiswa Keperawatan Unika Ruteng Turun Tangan di Desa Wae Codi

Idenusantara.com - Mahasiswa Keperawatan Universitas Katolik Santu Paulus Ruteng tak tinggal diam melihat tingginya angka stunting di Kabupaten Manggarai. Bersama kader Posyandu Desa Wae Codi, mereka turun langsung memberikan edukasi dan pendampingan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak stunting.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Optimalisasi Peran Kader dalam Pendampingan Stimulasi Motorik Halus pada Anak dengan Stunting”, para mahasiswa semester IV ini menerapkan ilmu secara nyata di tengah masyarakat. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 23 Mei 2025, di Kantor Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat.

Baca Juga: Unika St Paulus Ruteng Gelar Kuliah Umum Bertemakan Tantangan Kualitas SDM NTT di Era Peradaban Digital

Ketua Program Studi Keperawatan, Ns. Lidwina Dewiyanti Wea, M.Kep., Sp.Kep.MB, yang memimpin langsung kegiatan ini, menegaskan pentingnya kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya soal teori. Ini aksi nyata membangun generasi sehat,” ujarnya.

Dari Bangku Kuliah ke Lapangan: Mahasiswa Terapkan Ilmu untuk Selamatkan Anak

Tersia Eka, mahasiswa Keperawatan semester IV, menyebut kegiatan ini sebagai kesempatan emas untuk membawa ilmu dari kelas ke lapangan.

“Kami tak hanya belajar, tapi juga bertindak. Kami mendampingi kader, mengkaji perkembangan anak, dan memberikan edukasi langsung,” katanya.

Eka menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi, tapi juga soal stimulasi perkembangan anak.

“Kami ajarkan bagaimana menstimulasi motorik halus dengan alat sederhana di rumah. Ini langkah konkret untuk cegah stunting sejak dini,” tegasnya.

Kader Posyandu Naik Level: Tak Lagi Hanya Timbang Anak

Kegiatan ini tak hanya melibatkan mahasiswa, tapi juga memberdayakan para kader Posyandu. Mereka mendapat pelatihan praktis mengenai stimulasi motorik halus bagi anak stunting.

“Kami dilatih untuk lebih dari sekadar timbang anak. Sekarang kami tahu cara membantu perkembangan anak secara menyeluruh,” ungkap Antonia, salah satu kader Posyandu.

Angka Stunting Turun, Tapi Perjuangan Belum Selesai

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X