Kepala Desa Wae Codi, Bonifasius Sel, mencatat adanya penurunan kasus stunting dari 32 kasus (Februari 2024) menjadi 27 kasus (Februari 2025). Meski begitu, ia menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka ini.
“Turun lima kasus adalah awal. Tapi target kami nol stunting. Kami butuh kolaborasi seperti ini untuk mencapainya,” katanya.
Orang Tua Melek Edukasi, Anak Lebih Siap Tumbuh
Tak hanya kader, para orang tua juga mendapat pemahaman baru tentang cara mendampingi anak.
“Saya baru sadar, mendampingi anak tak cukup kasih makan. Ada cara-cara sederhana untuk bantu tumbuh kembang mereka,” kata Ibu Helena, orang tua salah satu anak stunting.
PKM Unika Ruteng: Bukan Sekadar Program, Tapi Gerakan
Program PKM ini menjadi bukti bahwa mahasiswa bisa menjadi agen perubahan. Bukan hanya hadir, mereka mengedukasi, mendampingi, dan menginspirasi.
Unika Santu Paulus Ruteng berkomitmen menjadikan program semacam ini sebagai gerakan berkelanjutan untuk membangun kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan.***
Artikel Terkait
Unika St Paulus Ruteng Gelar Kuliah Umum Bertemakan Tantangan Kualitas SDM NTT di Era Peradaban Digital
Mahasiswa UNIKA St. Paulus Ruteng Wakili NTT Dalam Ajang Pemilihan Putra-Putri Budaya Tingkat Nasional Tahun 2025
Kunjungi Panti Asuhan Cinta Kasih, Upaya Mahasiswa Unika St Paulus Ruteng untuk Wujudkan Kepedulian Sosial
Mahasiswa Unika Ruteng Kunjungi Pantai Asuhan Cinta Kasih