Rutan Ruteng SAE, Inovasi Pemberdayaan Menuju Kemandirian Warga Binaan

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Minggu, 6 Juli 2025 | 23:27 WIB
Karutan Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori saat meninjau lahan pertanian Holtikultura yang dikembangkan oleh warga binaan
Karutan Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori saat meninjau lahan pertanian Holtikultura yang dikembangkan oleh warga binaan

Ruteng, Idenusantara.com – Dalam upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern dan manusiawi, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng kini tidak lagi sekadar menjadi tempat penahanan.

Rutan ini telah bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan yang vital bagi warga binaan, khususnya melalui program unggulan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Transformasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori, saat ditemui media ini pada Sabtu (5/7/2025).

"Rutan kami telah berevolusi. Kami tidak hanya mengurung, tapi juga melatih dan mempersiapkan melalui program pemberdayaan bagi warga binaan," tegas Karutan Saiful.

Inovasi ini secara proaktif membekali warga binaan dengan berbagai keterampilan dan kesempatan, memastikan mereka siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri dan berkontribusi positif.

SAE: Jantung Pemberdayaan dengan Fokus Keterampilan Unggulan

Program SAE adalah terobosan fundamental dari Rutan Ruteng yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan.

Di lokasi garapan, warga binaan yang telah memenuhi syarat ketat dapat melaksanakan asimilasi, memungkinkan mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mempraktikkan keterampilan yang telah mereka peroleh.

Sejumlah warga binaan antusias melakukan aktivitas perawatan terhadap sejumlah komoditas hortikultura yang digarap.
Sejumlah warga binaan antusias melakukan aktivitas perawatan terhadap sejumlah komoditas hortikultura yang digarap.

Karutan Saiful Buchori menjelaskan lebih lanjut bahwa SAE bukan sekadar area pelatihan rutin.

Program ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang diperkuat oleh 13 program akselerasi dari Menteri Migrasi dan Pemasyarakatan RI, khususnya dalam mendorong usaha pertanian hortikultura sebagai bagian integral dari ketahanan pangan nasional.

"SAE bukan sekedar cara kami memberdayakan warga binaan untuk mengelola perkebunan atau hortikultura, tapi ini juga bisa menjadi sarana interaksi yang berdampak langsung ke masyarakat," jelas Karutan Saiful.

Hasil panen dari SAE, seperti sayur-mayur dan buah-buahan, dijual kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau, menciptakan siklus ekonomi positif yang saling menguntungkan antara rutan dan komunitas sekitar.

Selain pertanian hortikultura, Rutan Ruteng juga mengedepankan usaha mebel sebagai salah satu keterampilan unggulan yang intensif diberikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X