Pelatihan Fasilitator Desa Sehat TP PKK Manggarai, Peserta Diingatkan Pentingnya Menjaga Komunikasi

photo author
Dionisius Upartus Agat, Ide Nusantara
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 00:15 WIB

Ruteng, Idenusantara.com – Komunikasi memegang peranan krusial dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari menjalankan tugas hingga membangun keharmonisan keluarga.

Hal tersebut ditekankan oleh Praktisi Psikolog, Safrianus Haryanto Djehaut, atau akrab disapa Jefri Haryanto, dalam Kegiatan Penguatan Kapasitas dan Pelatihan Calon Fasilitator Desa Sehat Tahap I yang diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Manggarai.

Acara ini berlangsung meriah di Aula Kantor TP-PKK Manggarai pada Kamis (24/07/2025).

Dalam pemaparannya, Jefri Haryanto menjelaskan bagaimana pilihan kata dan diksi sangat memengaruhi kesan, keakraban, dan keberhasilan suatu tujuan komunikasi.

"Hal tersebut disampaikan Jefry Haryanto saat tampil sebagai pemateri," ujarnya, merujuk pada pentingnya kesadaran akan dampak setiap perkataan yang diucapkan.

Jefri juga menyoroti isu kecemasan berlebihan yang banyak dialami masyarakat. Menurutnya, gangguan kecemasan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk genetika, faktor biologis (kimia otak), pengalaman traumatis atau stres berkepanjangan, lingkungan, dan kondisi medis tertentu.

"Ada beberapa hal menarik, karena hampir 70% mengalami kecemasan dan kecemasan itu karena alasan yang beragam dan selalu kita simpan di dalam diri kita sendiri, juga rasa kurang percaya diri untuk berkomunikasi tentang semua masalah yang kita alami, dan itu merupakan masalah besar bagi kita yang bertugas sebagai fasilitator," ungkap Jefri.

Ia menekankan bahwa hambatan-hambatan ini harus dapat dilepaskan agar para fasilitator PKK dapat berkomunikasi dengan bebas dan menjalankan tugas dengan bahagia, baik bersama masyarakat maupun dalam keluarga masing-masing.

Untuk memperdalam pemahaman peserta tentang materi psikologi, Jefri Haryanto memperkenalkan Wartegg-Zeichen Test (WZT).

Tes ini bertujuan untuk menggali berbagai aspek kepribadian individu seperti emosi, imajinasi, dinamika, dan fungsi realitas melalui gambar-gambar stimulus yang diberikan.

"Tes ini tidak menilai kemampuan menggambar, tetapi lebih pada bagaimana seseorang merespons dan mengembangkan gambar berdasarkan delapan kotak dengan stimulus visual tertentu," jelasnya. Hasil tes ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai emosi, imajinasi, intelektual, dan tingkat aktivitas seseorang.

Selain WZT, Jefri juga menyajikan game kerja sama dalam menyusun pipet plastik. Dalam permainan ini, peserta pelatihan dibagi ke dalam beberapa kelompok dan ditantang untuk menyusun menara pipet yang kokoh.

Game ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya perencanaan dalam melakukan sesuatu agar memiliki arah dan tujuan yang jelas, serta mendapatkan hasil yang diinginkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat membekali para calon fasilitator Desa Sehat dengan keterampilan komunikasi yang efektif dan pemahaman mendalam tentang kesehatan mental, sehingga mereka dapat menjalankan perannya dengan optimal di tengah masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Gordianus Jamat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X