Idenusantara.com-Tangis dan harapan masih menyelimuti keluarga kecil di Kampung Nanga Rawa, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, NTT. Maria, bocah perempuan berusia 3 tahun, kini bertaruh nyawa melawan penyakit yang membuat kepalanya terus membesar akibat penumpukan cairan di kepala, yang oleh warga setempat disebut “nana”.
Sejak lahir, Maria sudah hidup dengan kondisi ini. Namun seiring waktu, penderitaan kecil itu semakin berat. Kepalanya membesar hari demi hari, sementara tubuhnya justru menyusut dan melemah. Berat badannya kini bahkan tak lebih dari seorang bayi.
Baca Juga: Jalur Pantura Transflores Pota–Riung Putus Total Akibat Banjir Kali Namerempa
Setiap hari, Maria juga harus menahan kejang yang datang tanpa ampun. Dalam sekali serangan, kejang itu bisa berlangsung hingga satu jam penuh. Melihat buah hati mereka merintih kesakitan, orangtua Maria, Petrus dan Sesilia, hanya bisa memeluk dan berdoa dalam diam.
Berbagai upaya sudah ditempuh. Keluarga sudah tiga kali membawa Maria berobat ke Kupang dengan bantuan biaya dari pemerintah daerah. Namun hasilnya belum memberi perubahan berarti.
“Sudah pernah pengobatan di Kupang selama tiga kali dan biayanya dari pemerintah daerah, tetapi kondisi saat ini belum baik. Hanya cairannya saja yang keluar, tetapi bentuk kepalanya masih besar,” kata Arsen, keluarga Maria, Selasa (20/5/2026).
Baca Juga: Tak Lagi Berpindah-pindah, NTL Kini Punya Rumah Singgah Nyaman Saat Berobat di Ruteng
Kini kondisi Maria justru semakin memburuk. Tubuhnya makin kurus, sementara kejang masih sering datang. Seluruh tabungan dan harta benda keluarga sudah habis untuk biaya pengobatan. Kini mereka hampir tak punya apa-apa lagi untuk melanjutkan perjuangan menyelamatkan Maria.
“Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan main bersama teman, Maria hanya bisa terbaring lemah sambil menahan sakit yang tak kunjung usai,” ujar Arsen dengan suara tertahan.
Di tengah keterbatasan, keluarga kecil ini masih berharap. Harapan itu mereka titipkan pada pemerintah dan orang-orang baik di mana pun berada.
“Kami berharap pemerintah dan orang-orang baik bisa membantu Maria supaya mendapat operasi dan bisa sembuh,” ucap keluarga itu dengan air mata yang tak bisa dibendung.
Baca Juga: Ultah ke-21 Tanpa Gemerlap: Putri Betty Padeng Pilih Berbagi dengan ODGJ dan Lansia
Bagi siapa saja yang ingin membantu meringankan beban Maria, donasi bisa disalurkan melalui:
https://kitabisa.com/campaign/mukjizatuntukmaria?utm_source=socialsharing_donor_android_b7aa4be472294213989d45d52f702d27&utm_medium=CampaignPage_nativeshare&utm_campaign=Campaign
Kisah Maria adalah potret pilu anak pelosok yang berjuang melawan penyakit berat di tengah keterbatasan ekonomi. Satu uluran tangan dari kita, bisa jadi jalan bagi Maria untuk kembali merasakan masa kecil yang layak ia miliki.