"Bagaimana bisa kita membangun daerah jika fondasi persaudaraan kita retak akibat konflik yang sebenarnya bisa dicegah?" tanya Yolfa.
Oleh karena itu, GMNI mendesak pemerintah untuk segera memfasilitasi dialog yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh adat, agama, masyarakat, hingga pemuda, agar solusi damai yang berkelanjutan dapat ditemukan.
Tuntutan dan Komitmen GMNI: Mediator Moral untuk Kemanusiaan
Untuk meredam situasi, GMNI Cabang Manggarai mengajukan tuntutan mendesak.
Mereka menuntut Bupati Manggarai Timur untuk bertanggung jawab penuh, menjamin keamanan warga, dan memastikan bahwa aktivitas sosial-ekonomi masyarakat tidak terganggu akibat konflik.
GMNI menegaskan, pemerintah tidak boleh lalai karena kekerasan yang timbul adalah tindakan tidak manusiawi.
Yolfa menambahkan bahwa GMNI siap mengambil peran sebagai mediator moral untuk mengedepankan semangat persatuan dan solidaritas antar warga.
"Kami tidak akan memihak pada satu pihak, melainkan pada kepentingan rakyat dan kemanusiaan," ujar Yolfa.
Ia berharap, langkah cepat dan strategis dari pemerintah tidak hanya akan mengembalikan stabilitas wilayah, tetapi juga menjaga harkat dan martabat kemanusiaan seluruh masyarakat Flores.