“Saya tidak merasa kebijakan ini salah total, tapi prosesnya harus dibenahi. Kita tentu harus mendengarkan masukan dari masyarakat agar kebijakan tidak memberatkan. Publik harus dilibatkan secara dalam prosesnya,” tegasnya.
Sehingga Gubernur Melki menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT untuk segera melakukan konsultasi dan membangun komunikasi dengan para pihak terkait agar kebijakan tersebut bisa diimplementasikan dengan benar.
“Setiap keputusan atau kebijakan dari pemerintah selalu memiliki klausul perbaikan bila ditemukan kekeliruan di kemudian hari, agar bisa diperbaiki dan dibenahi supaya bisa berjalan baik,” ucap Melki.
Gubernur NTT pada kesempatan tersebut juga mengapresiasi jajaran ASN, pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri serta mitra kerja terkait atas suksesnya penyelenggaraan ajang balap sepeda bertaraf internasional - Tour de EnTeTe 2025. Gubernur Melki juga mengatakan seluruh penggunaan anggaran akan dipertanggungjawabkan secara transparan sesuai dengan mekanisme pengelolaan keuangan.
“Kita telah buktikan bahwa NTT mampu menggelar event besar bertaraf internasional. Saya juga mendapat respon positif dari berbagai pihak baik di dalam dan luar negeri. Ini bukti kita bisa menjadi seperti ‘Elang’ yang terbang tinggi,” ungkap Gubernur Melki.
“Terkait anggaran penyelenggaraan event tersebut, saya juga akan pertanggungjawabkan sesuai regulasi dan mekanisme keuangan berdasarkan standar akuntansi pemerintah. Semua pro dan kontra biar jadi urusan Gubernur, yang penting kita bekerja dengan baik untuk mewujudkan kemajuan daerah kita,” kata Melki.
Baca Juga: Agama Formal versus Tuhan Personal, Transformasi Keseimbangan Spiritual dalam Bingkai Keindonesiaan
Gubernur Melki juga menyinggung capaian penting terkait pertumbuhan ekonomi NTT. Pada triwulan II tahun 2025, dijelaskannya pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 5,44%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12%. Ia mengatakan sektor pertanian punya andil besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dari total 5 juta lebih penduduk NTT, lebih dari 3 juta orang diuntungkan dari perkembangan sektor pertanian. Kekuatan utama kita ada di sektor pertanian dimana sektor tersebut memberi sumbangan 30% pertumbuhan dan menyentuh lebih dari 60% masyarakat di NTT,” jelasnya.
Sehingga ia menerangkan, capaian ini harus dijaga dan ditingkatkan dengan pengelolaan belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, serta dukungan sektor swasta lainnya.
Baca Juga: Kesetaraan Ruang Bagi Perempuan, Mengurai Diskriminasi dan Kesenjangan dalam Realitas Sosial
Tidak lupa, Gubernur juga mengapresiasi keberhasilan terselenggaranya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Piala Gubernur Tinju di Alor sebagai wujud konsistensi pembangunan di berbagai bidang, khususnya olahraga.
Mengakhiri amanatnya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa profesionalitas ASN, komunikasi publik yang baik, keterlibatan masyarakat dalam setiap kebijakan, serta transparansi pengelolaan anggaran dalam setiap program menjadi menjadi tolok ukur penting untuk mewujudkan bumi Flobamorata bisa bertumbuh lebih baik lagi.
“Apa yang kita kerjakan harus punya dampak nyata bagi masyarakat. Saya harap kita jaga terus kekompakan, semangat kerja di antara kita supaya NTT bisa terus bertumbuh dan berkembang. Semoga Tuhan memberkati segala upaya dan kerja keras kita semua.” Jelas Gubernur Melki.