IDENUSANTARA.COM - Sinergi antara budaya dan aparat keamanan kembali tampak hidup di Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Bhabinkamtibmas Rahong Utara, Aipda Kornelius Jemarus, menjadi teladan dalam membangun hubungan harmonis antara kepolisian dan masyarakat adat melalui keterlibatannya dalam prosesi pengangkatan Siri Bongkok atau tiang induk Mbaru Gendang (rumah adat) Kampung Purang, Desa Buar, Minggu (26/10/2025).
Prosesi itu merupakan salah satu tahapan penting dari upacara adat Roko Molas Poco Mbaru Gendang, tradisi turun-temurun masyarakat Manggarai yang menandai kebersamaan dan persatuan warga dalam membangun rumah adat sebagai pusat kehidupan sosial dan spiritual.
Kayu besar yang digunakan sebagai Siri Bongkok diambil dari kebun Wae Micang, milik salah seorang warga Purang, lalu dibawa bersama-sama menuju Pa’ang Beo (gerbang kampung) untuk disemayamkan sementara sebelum berdiri tegak di pusat Mbaru Gendang.
Baca Juga: PKK Manggarai Tingkatkan Literasi Keuangan Demi Ketahanan Ekonomi di Langke Rembong
Di antara barisan warga yang memanggul kayu besar itu, tampak sosok berseragam cokelat muda. Aipda Kornelius Jemarus tidak berdiri sebagai penonton, tetapi ikut menahan beban di pundaknya, berjalan seirama dengan warga, menyatu dalam semangat gotong royong yang menjadi napas kehidupan masyarakat Manggarai.
Bhabinkamtibmas Jadi Teladan Kedekatan Sosial
Kepada Obor Timur, Aipda Kornelius Jemarus menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan adat ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial seorang anggota Polri, khususnya sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah pedesaan.
Ia menegaskan, tugas polisi bukan hanya menjaga keamanan dalam arti sempit, tetapi juga menjadi sahabat dan bagian dari kehidupan masyarakat.
"Saya percaya bahwa keamanan itu bukan hanya soal patroli dan penegakan hukum, tetapi juga soal membangun kepercayaan dan kebersamaan. Ketika masyarakat melihat polisi ikut turun tangan, ikut bekerja, ikut memanggul kayu bersama mereka, maka hubungan sosial yang tumbuh adalah rasa saling percaya. Itulah yang membuat desa aman," ungkap Aipda Kornelius.
Baca Juga: Optimalisasi Pelayanan! Sekda Manggarai Dorong Camat Jadi Motor Penggerak Gotong Royong
Menurutnya, kegiatan adat seperti Roko Molas Poco memiliki nilai luhur yang sangat sejalan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang juga menjadi bagian dari nilai-nilai Bhayangkara.
Ia menyebutkan bahwa keterlibatan aparat dalam kegiatan budaya dapat memperkuat jalinan sosial antara negara dan masyarakat adat.
"Tradisi seperti ini mengajarkan kita tentang hormat pada leluhur, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Semua itu juga nilai-nilai dasar yang kami junjung dalam tugas kepolisian. Jadi, ketika saya hadir di sini, saya merasa bukan sekadar mendampingi masyarakat, tapi ikut menjaga warisan budaya kita," lanjutnya.
Aipda Kornelius juga berharap kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi formal, tetapi dari niat untuk menjadi bagian dari solusi sosial di tingkat akar rumput.
"Kalau polisi dekat dengan rakyat, kita bisa tahu apa yang mereka butuhkan, apa masalah di lapangan, dan kita bisa selesaikan bersama tanpa konflik. Saya ingin kehadiran saya di tengah masyarakat bukan hanya karena seragam, tapi karena kemanusiaan," tambahnya.
Artikel Terkait
Tampar Argentina Dengan Skor Telak, Timnas U-20 Maroko Juara Piala Dunia U-20 2025
Akun Pembuat Meme Bahlil Lahadalia Dilaporkan ke Polisi, AMPG: Ini Bukan Kritik Tapi Penghinaan
Bahlil Sering Diframing Jahat padahal Berpihak Pada Rakyat
Satu Tahun Berdampak, Rutan Ruteng Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
Preseden Buruk: YASPAR Diduga Cabut Laporan, Pelaku Pencurian Berpeluang Lolos Proses Hukum
Kabar Gembira! Pemerintah Alokasikan Tambahan Bansos Rp300 Ribu Bagi 35 Juta Keluarga Akan Segera Cair
Sebut MBG Program Mulia, Bahlil: Saya Pernah Busung Lapar Saat Kuliah