Transparansi Anggaran jadi Kunci Kepercayaan Publik
Demokrat juga memberikan penekanan penting pada prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran. Fraksi meminta pemerintah memastikan bahwa setiap pemanfaatan anggaran, termasuk hasil pungutan pajak, benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.
"Masyarakat bukan hanya membayar pajak, mereka harus merasakan manfaatnya. Pemerintah harus membuka ruang pengawasan publik," tegas fraksi.
Menutup pendapat akhir, Fraksi Demokrat meminta Pemda Manggarai dan seluruh OPD memperkuat koordinasi dengan DPRD dalam setiap tahapan pelaksanaan APBD 2026. Pola penyerapan anggaran disebut harus proporsional, berimbang, dan berkelanjutan.
"Yang paling penting bukan seberapa cepat anggaran dihabiskan, tetapi seberapa besar dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Fraksi Demokrat.
Setelah seluruh catatan dan kritik disampaikan, Fraksi Demokrat secara resmi menyetujui APBD 2026 untuk dilanjutkan ke tahap asistensi bersama Pemerintah Provinsi NTT di Kupang.
Ketua Fraksi Demokrat, Lexy Armanjaya, menegaskan kembali komitmen fraksi: "Persetujuan ini bukan tanda puas atau setuju dengan semuanya. Ini komitmen kami untuk terus mengawal agar APBD benar-benar bekerja untuk rakyat. Harapan rakyat adalah perjuangan Demokrat."
Artikel Terkait
Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Kabupaten ENDE Mandek 4 Tahun di Polres Ende,Ada Apa?
Berkat Lagu Tabola Bale Silet Open Up Raih 3 Kemenangan di AMI Awards 2025
Puncak Musim Hujan, BMKG : Momentum Tingkatkan Produksi Pangan Nasional
Rapat Kerja Bersama Para Kepala Daerah se-NTT, Gubernur Melki Tekankan Semangat Kolaborasi dan Kerja Inovatif
Indonesia Capai Produksi Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah Merdeka
Warga di Kota Ende Keluhkan Jalan Nasional KM 4 yang Penuh Lubang
Urgensi Nilai Keagamaan Katolik di Tengah Tantangan Zaman