Nama Frans Sarong Dicatut Terkait Proyek, IKMR Kupang Bela dan Pasang Badan

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Selasa, 3 Februari 2026 | 06:53 WIB
Frans Sarong-Tokoh Partai Golkar, Penulis dan Mantan Wartawan Kompas (Foto:Golkarpedia)
Frans Sarong-Tokoh Partai Golkar, Penulis dan Mantan Wartawan Kompas (Foto:Golkarpedia)

Idenusantara.com-Terkait kepentingan proyek dan pinjaman dana, akhir-akhir ini nama Frans Sarong sering ikut dicatut.Berawal dari itu Keluarga besar Manggarai di Kota Kupang menyatakan sikap tegas atas maraknya pencatutan nama Frans Sarong. Mereka mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Frans Sarong demi keuntungan pribadi.

Dalam pernyataan bersama yang disampaikan Pada Senin (2/2/2026) oleh Para tokoh Manggarai di Kupang, secara tegas menyampaikan bahwa Frans Sarong tidak pernah menjanjikan proyek, jabatan, maupun bantuan dana dalam bentuk apa pun. Segala klaim yang membawa-bawa nama beliau dinilai sebagai tindakan menyesatkan dan mencederai integritas seorang tokoh yang selama ini dikenal luas karena keteladanan moralnya.

Baca Juga: Hadiri Natal Bersama IKMR Kupang, Gubernur Melki Ajak Diaspora Berperan Aktif Bangun Daerah

“Kami menegaskan kepada publik NTT agar tidak terbuai oleh pihak-pihak yang menjual nama Frans Sarong. Itu tidak benar. Beliau tidak pernah menjanjikan proyek atau pinjaman dana,” demikian pernyataan yang disampaikan keluarga besar Manggarai di Kupang diantaranya Dr. Alex Madur, Hendra Jasmin dan Matheus Dasar dan sejumlah tokoh lain.

Dikenal Sebagai Tokoh Pemersatu dan Panutan Moral

Frans Sarong dikenal luas di kalangan masyarakat Manggarai, khususnya di Kota Kupang, sebagai figur pemersatu dan tua golo yang merangkul semua kalangan. Perannya dalam menyatukan warga Manggarai lintas latar belakang disebut sangat besar, baik dalam kegiatan sosial, kekeluargaan, maupun komunitas.

Dr. Alex Madur menilai bahwa ketokohan Frans Sarong dibangun dari integritas dan konsistensi moral, bukan dari kepentingan pragmatis.

“Dari segi ketokohan dan integritas, beliau jauh di atas kepentingan sesaat. Banyak peran beliau dalam menyatukan orang Manggarai. Karena itu, ketika ada pihak yang memanfaatkan kemurahan hati beliau, kami sebagai warga Manggarai merasa sangat terluka,” tutur Alex.

Ia menambahkan, cerita-cerita miring yang beredar terkait pencatutan nama Frans Sarong sangat mengganggu nurani komunitas Manggarai.

Baca Juga: Diskusi Publik Cipayung NTT, Gubernur Melki:Demokrasi Harus Berpihak Pada Kesejahteraan Rakyat

Muncul Kekecewaan dan Kemarahan Komunitas

Kekecewaan serupa disampaikan Wakil Ketua Ikatan Kluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang, Matheus Dasar. Ia menyatakan bahwa keluarga besar Manggarai mengecam keras pihak-pihak yang mencatut nama Frans Sarong untuk kepentingan proyek dan jabatan.

“Frans Sarong adalah tokoh pemersatu dan suri teladan kami. Jika ada yang mengklaim membawa nama besar beliau untuk proyek atau jabatan, itu sama saja mendegradasi ketokohan dan kehormatan beliau,” pungkas Matheus.

Menurutnya, jaringan yang dimiliki Frans Sarong lahir dari kepercayaan dan moralitas, bukan dari praktik transaksional. Karena itu, segala upaya memanfaatkan nama beliau untuk kepentingan tidak baik dinilai sebagai perbuatan tercela.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X