IKMR Pertimbangkan Langkah Hukum
Pengurus Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) juga menyatakan kekecewaan mendalam. Wakil Ketua IKMR menyebut bahwa pencatutan nama Frans Sarong bahkan diduga dilakukan oleh salah satu kontraktor asal Manggarai.
“Kami sangat kecewa. Jika perlu, kami akan menempuh proses hukum untuk memulihkan nama baik Frans Sarong. Ini bukan soal pribadi, tetapi soal kehormatan tokoh Manggarai,” ujarnya.
IKMR juga mengingatkan masyarakat agar ke depan tidak mempercayai pihak mana pun yang kembali melakukan praktik serupa.
Baca Juga: Akhir Penantian yang Panjang, 991 Honorer Manggarai Resmi Menyandang Status PPPK Paruh Waktu
Suara Orang Muda Manggarai
Kekecewaan juga datang dari generasi muda. Hendra Jasmin, perwakilan orang muda Manggarai, menyatakan bahwa pencatutan nama Frans Sarong melukai perasaan kaum muda.
“Sebagai orang muda Manggarai, kami sangat kecewa dan terluka. Kami menegaskan kepada publik NTT agar jangan percaya pihak-pihak yang menjual nama Frans Sarong untuk proyek atau pinjaman uang,” ujar Hendra.
Ia menegaskan bahwa generasi muda Manggarai berdiri untuk menjaga nilai integritas dan keteladanan yang selama ini ditunjukkan oleh Frans Sarong.
Baca Juga: Gizi Anak Bukan Ruang Kompromi
Imbauan kepada Publik
Keluarga besar Manggarai menutup pernyataan mereka dengan jaminan penuh atas integritas Frans Sarong. Mereka meminta semua pihak yang telah mencatut nama beliau untuk segera menghentikan praktik tersebut dan membersihkan nama baiknya.
“Pencatutan nama Frans Sarong benar-benar mengganggu nurani kami sebagai orang Manggarai. Pernyataan ini mewakili suara keluarga besar Manggarai,” demikian penegasan mereka.
Frans Sarong juga menegaskan, ia tidak pernah berurusan dengan proyek.
"Saya tidak berutang dengan siapapun berkaitan dengan proyek. Sehingga meminta publik NTT jangan percaya dengan godaan seseorang yang membawa nama saya untuk mendapatkan proyek dan pinjaman," tegas Frans Sarong.