idenusantara.com, Manggarai Timur -- Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) terus melakukan konsolidasi ke berbagai wilayah Indonesia melalui pembentukan Koordinator Wilayah dan Majelis Kesejahteraan Daerah (MKD).
Hal ini dilakukan sebagai agar APUDSI menjadi ekosistem serta wadah pemberdayaan para pengusaha desa dalam rangka meningkatkan perekonomian desa.
Kehadiran Asosiasi Pelaku usaha Desa seluruh Indonesia (APUDSI) di Manggarai Timur menjadi energi baru bagi tumbuhnya ekosistem usaha desa yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing. Dengan harapan, kedepannya para pelaku usaha desa berkumpul untuk berbagi pengalaman, strategi, dan tantangan di lapangan.
Ketua Majelis Kesejatraan Daerah (MKD) APUDSI Kabupaten Manggarai Timur, Remigius Magung, menegaskan bahwa kehadiran APUDSI bukan sekadar lembaga, melainkan wadah penggerak semangat kolektif untuk memajukan ekonomi desa.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Terbitkan Permendesa Nomor 16 Tahun 2025: Ini Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026
"Pelaku usaha desa harus menjadi tulang punggung kebangkitan ekonomi daerah. Kita memiliki potensi besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya bersama," Ujarnya
Remigius Magung atau yang biasa disapa Cemik itu, menekankan pentingnya perubahan pola pikir di kalangan pelaku desa. Menurutnya, desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang mampu menciptakan inovasi dan nilai tambah.
"Saya mengajak seluruh pelaku usaha di seluruh kabupaten Manggarai Timur untuk tidak ragu memulai, tidak takut berkembang, dan tidak berhenti belajar. Desa bisa bangkit jika para pelakunya berani memulai dan melangkah," Ungkap cemik dalam keterangan tertulis, jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Tak Tercantum dalam RAB, Penggunaan Pipa Bekas di Proyek Air Bersih Desa Buar Disoal Warga
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar-desa dan antar pelaku usaha desa. Di tengah tantangan pasar yang terus berubah, maka sangatlah penting jaringan antar pelaku usaha untuk menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan.
"Melalui APUDSI, desa-desa di seluruh kabupaten Manggarai Timur diharapkan dapat saling menguatkan mulai dari pemasaran, peningkatan kualitas produk, hingga strategi menghadapi persaingan. Jangan berjalan sendiri. Ketika kita bersatu, mengatasi tengkulak yang begitu marak ,maka produk desa bisa masuk pasar yang lebih luas, bahkan menembus level nasional," Paparnya
APUDSI juga berkomitmen menghadirkan pendampingan, pelatihan, serta ruang kolaborasi yang lebih intensif bagi para pelaku usaha di desa.
"Dengan semangat bersama, saya optimistis bahwa Apudsi mampu menjadi contoh bagaimana desa dapat melompat maju melalui kekuatan warganya sendiri.Ini saatnya desa menunjukkan jati diri kuat, kreatif, dan mampu bersaing,"
Artikel Terkait
Waspada Penipuan, Nama Kajati NTT Roch Adi Wibowo Pribadi Dicatut OTK
Tragedi Tenggelamnya Kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan