daerah

Aktivis Ende Mendesak Kapolri Untuk Ambil Alih Kasus KONI Ende.

Senin, 20 Januari 2025 | 13:50 WIB

Ende - Kasus diduga korupsi dana KONI Ende saat ini masih juga belum selesai. Aktivis kabupaten Ende Okta, menyebutkan bahwa pihak polres Ende tidak serius dalam menangani kasus KONI yang menelan anggaran sebesar 2,1 miliar.

 

Diduga pula, Kata Okta, pihak Polres telah menyembunyikan hasil audit BPK-RI. Terkait kekurangan alat bukti itu permainan para elit dan hanya alasan saja supaya kasus tetap mengendap sehingga lama untuk kepastian hukum yang jelas. 

 

Okta mengatakan, kenapa kasus-kasus lain yang melalui dana hibah dari APBD 2 kini sudah ditetapkan tersangka dengan memiliki dua alat bukti. Sedangkan kasus KONI Ende belum juga diselesaikan dan masih saja menunggu hasil audit. Saya kira ini omong kosong. 

 

Diketahui, Lanjut LS, bahwa beberapa oknum yang terseret dalam kasus KONI Ende adalah para anggota DPRD kabupaten Ende yang seharusnya mereka paham tugas dan fungsi mereka sebagai anggota DPRD salah satunya sebagai pengawasan buka malah sebagai pengelolaan anggaran.

 

Perlu disampaikan, Kata Okta, ada dua alat bukti yang sesungguhnya sudah sangat jelas terkait oknum-oknum yang diseret dalam kasus KONI Ende, yaitu: Pertama, terkait laporan pertanggungjawaban yang sampai hari ini belum dilaksanakan. Kedua, terkait penyalahgunaan wewenang sebagai anggota DPRD Ende. "Sehingga dari dua alat bukti yang jelas diatas bahawa para oknum-oknum tersebut patut di sangsi sesuai dengan hukum yang berlaku" Tuturnya.

 

Sambung LS, diduga bahwa polres Ende telah bermain dan menutupi hasil audit BPK-RI. Sangat tidak masuk diakal kalau audit BPK-RI sampai bertahun-tahun dengan alat bukti yang sudah jelas namun belum mendapatkan hasil yang pasti. Ini yang membuat masyarakat hilang kepercayaan terhadap polres Ende. 

 

"Kalaupun kasus KONI terus menerus mengendap, kami sebagai masyarakat mendesak Kapolri untuk ambil alih dalam menangani kasus KONI sehingga bisa memastikan kepastian hukum dan kasus tidak digantung begitu saja. Kami pikir ini permainan parah elit saja untuk mengulur-ngulur waktu" Tutup Okta dengan rasa kekesalannya dan ketidakpercayaan terhadap Polres Ende. 

 

Halaman:

Tags

Terkini