Tolong Selamatkan Stefania, Bayi Malang di Manggarai Timur Yang Berjuang Lawan Hidrosefalus

photo author
Ejhy Serlesnso, Ide Nusantara
- Selasa, 9 Juni 2026 | 05:09 WIB
Stefania, Bayi Malang di Manggarai Timur Yang Berjuang Lawan Hidrosefalus (Foto: J.S-Idenusantara.com)
Stefania, Bayi Malang di Manggarai Timur Yang Berjuang Lawan Hidrosefalus (Foto: J.S-Idenusantara.com)

Idenusantara.com-Di balik senyum mungilnya yang belum genap 2 tahun, Stefania Elzara Sindi sedang bertarung melawan penyakit yang terlalu berat untuk usianya. Hidrosefalus. Penumpukan cairan di otak yang butuh penanganan medis segera.

Bayi yang lahir 30 April 2025 di Puskesmas Mukun, Kota Komba Utara ini harusnya menikmati ASI, gendongan hangat, dan tawa. Tapi takdir berkata lain. Sejak detik pertama menghirup udara dunia, kepalanya sudah membengkak.

Baca Juga: Pertemuan Iwan Fals dengan Gubernur Melki Laka Lena, Bahas Potensi Daerah dan Harapan Bagi Generasi Muda NTT

Saya Hanya Ingin Anak Saya Sembuh, Pak…”

Ayahnya Stefanus Darjein Jemit hanya petani serabutan. Penghasilan nggak menentu. Ibunya Dortiana Dese 24 jam mendampingi Stefania, nggak kemana-mana.

Dokter sudah bilang: urus BPJS, bawa ke rumah sakit rujukan. Tapi mereka bingung. Bingung RS mana yang bisa tangani. Bingung ongkosnya dari mana. Untuk makan sehari-hari saja mereka harus berjuang.

Baca Juga: Tak Lagi Sekadar Mengajar, Calon Guru Matematika di Unika Ruteng Dituntut Kuasai Kompetensi Abad 21

Dortiana menahan tangis saat menceritakan kondisi anak pertamanya:

“Setiap malam saya gendong Stefania sambil berdoa. Saya lihat kepalanya makin besar, tapi saya nggak bisa berbuat apa-apa. Saya cuma petani, Pak. Nggak punya uang buat bawa dia ke rumah sakit besar. Saya hanya ingin anak saya sembuh, bisa tumbuh seperti bayi-bayi lain. Tolong kami. Sekecil apa pun bantuan Bapak Ibu, itu berarti nyawa untuk anak saya,” ujarnya penuh haru saat diwawancara Media ini pada Senin (8/6/2026).

Kalimat itu sederhana. Tapi menusuk. Karena di dalamnya ada harapan seorang ibu yang dunianya runtuh demi anaknya.

Baca Juga: Hancurkan Mesir, Skuad Ancelotti Kirim Pesan Seram ke Rival Piala Dunia 2026

Satu-Satunya Harapan Mereka Sekarang: Kita

Sejauh ini Stefania hanya bisa ditangani dengan pengobatan tradisional. Padahal hidrosefalus butuh tindakan medis cepat. Semakin lama ditunda, risikonya makin besar.

Keluarga kecil di Kampung Galong, Desa Watu Pari, Manggarai Timur ini nggak minta banyak. Mereka hanya minta kesempatan. Kesempatan bagi Stefania untuk sembuh, untuk tumbuh, untuk ketawa tanpa rasa sakit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ejhy Serlesnso

Tags

Rekomendasi

Terkini

X