daerah

Mentan Andi Amran Optimis NTT Dalam Waktu 3 Tahun Akan Jadi Provinsi Swasembada Pangan

Minggu, 26 Januari 2025 | 21:12 WIB
Wujud Swasembada Pangan-Sawah dan Kebun Jagung (Foto: Jhii Serlenso)



  Idenusantara.com-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ambisinya untuk menjadikan Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi swasembada pangan dalam waktu maksimal 3 tahun, sekaligus menjadikan NTT sebagai lumbung pangan wilayah Indonesia Timur.

Mentan Andi Amran mengatakan itu saat mengunjungi Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk memastikan kesiapan lahan petanian dan irigasi demi mencapai swasembada pangan.

Dalam kunjungan ini, Menteri Pertanian memantau sejumlah irigasi dan bendungan yang ada di Kabupaten Kupang. Mentan juga berdialog dengan para petani yang menyampaikan keluhan dan harapan mereka dalam membangun petanian di daerah NTT.

Baca Juga: Piche Kota Kontestan Indonesian Idol 2025, Simak Berikut Profilnya!!

Mentan menegaskan ambisinya menjadikan NTT sebagai provinsi swasembada pangan dalam waktu maksimal 3 tahun. Dengan potensi lahan mencapai 300.000 hektare, NTT dinilai mampu menjadi salah satu tulang punggung ketahanan pangan nasional.


“Potensinya luar biasa. Jika 200 ribu hektare saja kita tanami dua kali setahun, produksi bisa mencapai 2 juta ton beras. Padahal kebutuhan NTT hanya 1,3 juta ton. Artinya, kita surplus 700 ribu ton,” ujarnya, melansir Antaranews, pada Sabtu (25/1/2025).

Menteri Pertanian Andi Amran saat beekunjung ke Kupang-NTT (Foto: Antaranews)

Dalam kesempatan itu ia menjelaskan, jika NTT mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, ketergantungan pada provinsi lain seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur dapat berkurang.

Hal ini akan menekan biaya logistik yang selama ini menjadi penyebab harga beras tinggi dan inflasi di wilayah tersebut.

“Kalau swasembada, inflasi terkendali, harga pangan rendah, dan masyarakat lebih sejahtera. Selama ini, biaya angkut dari luar daerah ditanggung rakyat, makanya harga mahal,” tegasnya.

Baca Juga: Tingkat Pengangguran Terbuka di NTT Turun. Simak Ulasannya?

Untuk merealisasikan target tersebut, Kementerian Pertanian berkomitmen memberikan berbagai bentuk bantuan, mulai dari irigasi, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pendampingan intensif.

"Kami targetkan jangan lewat tiga tahun. Kami bantu semua yang dibutuhkan, termasuk biaya optimalisasi lahan,” jelasnya.

Ia juga bertekad menekan inflasi, berharap program swasembada ini dapat menjadi solusi efektif untuk menurunkan tingkat kemiskinan di NTT yang saat ini mencapai 20 persen.

Halaman:

Tags

Terkini