daerah

Mosi Tidak Percaya Kepada Polres Ende, Ronaldo: Mendesak Polri Ambil Alih Penanganan Kasus KONI.

Minggu, 2 Februari 2025 | 18:54 WIB
Dokpri Aktivis Saat Melakukan Demontrasi.

Ende - Aktivis Kabupaten Ende, Ronaldo Pati wake, menyebutkan bahwa pihak polres Ende tidak serius dalam menangani kasus KONI yang menelan anggaran sebesar 2,1 miliar. Hal tersebut disampaikan Ronaldo, pada Minggu, 2 Februari 2025.

Aktivis alumni Universitas Negeri Makassar itu juga menyampaikan, dugaan kami sebagai masyarakat pihak Polres telah menyembunyikan hasil audit BPK-RI. Ini permainan para elit dan hanya alasan saja supaya kasus tetap mengendap.

"Sekarang sudah tahun 2025, tetapi Polres Ende masih saja menunggu hasil Audit BPK-RI. Aneh tidak?" Ungkap Ronaldo.

Ronaldo mengatakan, kenapa kasus-kasus lain yang melalui dana hibah dari APBD 2 kini sudah ditetapkan tersangka dengan memiliki dua alat bukti. Sedangkan kasus KONI Ende belum juga diselesaikan dan masih saja menunggu hasil audit.

Diketahui, Lanjut Ronaldo, bahwa beberapa oknum yang terseret dalam kasus KONI Ende adalah para anggota DPRD kabupaten Ende yang seharusnya mereka paham tugas dan fungsi mereka sebagai anggota DPRD salah satunya sebagai pengawasan buka malah sebagai pengelolaan anggaran.

Kata Ronaldo, ada dua alat bukti yang sesungguhnya sudah sangat jelas terkait oknum-oknum yang diseret dalam kasus KONI Ende, yaitu: Pertama, terkait laporan pertanggungjawaban yang sampai hari ini belum dilaksanakan. Kedua, terkait penyalahgunaan wewenang sebagai anggota DPRD Ende.

"Sehingga dari dua alat bukti yang jelas diatas bahawa para oknum-oknum tersebut patut di sangsi sesuai dengan hukum yang berlaku" Tuturnya.

Sambung Ronaldo, diduga bahwa polres Ende telah bermain dan menutupi hasil audit BPK-RI. Sangat tidak masuk diakal kalau audit BPK-RI sampai bertahun-tahun dengan alat bukti yang sudah jelas namun belum mendapatkan hasil yang pasti. Ini yang membuat masyarakat hilang kepercayaan terhadap polres Ende.

"Sebagai masyarakat saya menyampaikan mosi tidak percaya kepada Aparat Penegak Hukum kususnya Polres Ende. Dan juga mendesak kepada Polri untuk mengambil alih kasus KONI Ende" Desaknya.

Perlu diketahui, ada 3 oknum yang terlibat dalam kasus tersebut yaitu, Fransiskus Taso (Ketua Harian KONI Ende), Sabri Indradewa, (Ketua Askab Ende) dan Yulius Cesar Nonga (Manajer PERSE merangkap bendahara KONI). ***

Tags

Terkini