Idenusantara.com - Berdasarkan hasil perhitungan leksikostatistik kita dapat membagi beberapa unsur bahasa daerah di Flores yang didasarkan pada perbedaan tiap-tiap suku. Masing-masing suku ini memiliki berbagai macam bahasa dan cara-cara pelafalannya.
Secara umum bahasa tersebut berasal dari bahasa Melayu yang turut berkembang menyesuaikan daerah-daerah yang dihuni oleh suku-suku tersebut. Seperti daerah lain di NTT, Manggarai juga mendapat pengaruh pengembaraan dari orang-orang dari seberang, seperti Cina, Jawa, Bugis, Makasar, Belanda dan sebagainya.
Maka tidak heran apabila bahasa Manggarai juga memiliki bahasa yang lebih khas terlepas dari ciri-ciri fisiknya yang berbeda dari orang-orang suku lain yang berada di Flores. Walaupun tiap wilayah tertentu memiliki ragam dialektika berbeda tetapi secara umum orang Flores memiliki setidaknya 6 bahasa daerah utama yaitu:
Baca Juga: Mengenal Pulau Flores, Suku dan Kebudayaannya
Bahasa Lamaholot
Umumnya dilafalkan oleh orang Flores Timur yang terdiri dari bagian Flores daratan, pulau Adonara, pulau Solor, dan pulau Lembata bagian barat-tengah.
Bahasa Sikka
Secara umum digunakan oleh orang Flores pada wilayah kabupaten Sikka.
Bahasa Ende-Lio
Digunakan oleh orang Flores dari suku Ende dan Lio.
Bahasa Ngada
Pemakaian bahasa ini meliputi masyarakat kabupaten Ngada.
Bahasa Nage-Keo
Pemakaian bahasa ini meliputi masyarakat kabupaten Nagekeo.