daerah

Sistem Kepercayaan Orang Flores

Selasa, 18 Februari 2025 | 16:48 WIB
Peta pulau Flores (iStockphoto)

Idenusantara.com - Masyarakat Flores sudah menganut agama seperti Katolik, Islam, Protestan, dan lain sebagainya. Namun masih terdapat tradisi atau kepercayaan leluhur yang dipertahankan, salah satunya adalah tradisi megalitik di beberapa kelompok etnis asli Flores. Misalnya, tradisi mendirikan dan memelihara bangunan-bangunan pemujaan bagi arwah leluhur sebagai wujud penghormatan (kultus) terhadap para leluhur dan arwahnya berawal sejak sekitar 2.500–3.000 tahun lalu dan sebagian diantaranya masih berlangsung sampai sekarang.

Dampak pendirian monumen-monumen tradisi megalitik itu begitu luas mencakup aspek simbolisme, pandangan terhadap kosmos (jagat raya), asal mula kejadian manusia, binatang dan sebagainya.

Baca Juga: Bahasa Apa yang Digunakan Suku di Flores

Upacara doa dan mantra, serta berbagai media untuk mengekspresikan simbol-simbol secara fisik dalam kebersamaan. Tradisi megalitik yang berkembang di Pulau Flores awal pemunculannya, tampak pada sisa-sisa peninggalan seperti rancang rumah adat dan monumen-monumen pemujaan terhadap arwah leluhur, termasuk seni ragam hiasnya.

Selain itu, tampak juga pada upacara pemujaan termasuk prosesi doa mantra, pakaian, pelaku seni, seni suara, dan tari serta perlengkapan-perlengkapan upacara (ubarampe) dan sebagainya. Tradisi megalitik pun tampak pada tata ruang, fungsi, konstruksi serta struktur bangunan.

Pada upacara siklus hidup mulai dari lahir, inisiasi, perkawinan dan pola menetap setelah perkawinan dan kematian, penguburan serta perkabungan. Sudah tentu juga berkaitan dengan upacara untuk mencari mata pencarian, seperti pembukaan lahan, penebaran benih, panen, perburuan, pengolahan logam dan sebagainya, serta pembuatan benda-benda gerabah, tenun, dan senjata.

Tags

Terkini