Manggarai Timur, idenusanatara.com - Di balik megahnya proyek gedung sekolah dasar inpres (SDI) di kabupaten manggarai timur, provinsi NTT, yang bersumber dari dana DIPA Sakter pelaksanaan prasarana permukiman wilayah 11 provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini justru menyimpan cerita pilu bagi para pekerjanya. Selama hampir satu tahun, para pekerja yang mengerahkan tenaga mereka demi kemegahan proyek ini tak kunjung menerima upah yang menjadi hak mereka.
Harapan akan kehidupan yang lebih baik berubah menjadi beban ekonomi yang berat. Banyak dari mereka kini menghadapi kesulitan luar biasa.
Tanpa bayaran, sejumlah pekerja harus berutang, menggadaikan barang berharga, bahkan mungkin akan kehilangan tempat tinggal.
Maria Saima (42), warga kumba, mengalami langsung dampak dari ketidakadilan ini. Maria Saima sendiri merupakan istri dari salah satu subkontraktor yang bekerja pada proyek milik PT Unggul Sokaja bernama Siprianus Sampur (53).
Baca Juga: Megah di Luar, Pahit di Dalam, Ratusan Juta Upah Subkontraktor Tak Dibayar PT Unggul Sokaja
Lebih menyakitkan, setelah Siprianus Sampur (53) suami dari Maria Saima meninggal dunia pada senin, 6 Januari 2024, semua beban utang proyek dari almarhum ditagi kepada sang istri.
"Tidur saya tidak nyenyak, saya harus berhutang ke sana-sini hanya untuk membayar utang peninggalan sumi saya. Mereka sudah bekerja keras, tetapi hak mereka malah diabaikan," ungkapnya dengan nada penuh kesedihan.
Maria Saima kepada Media ini juga mengungkapkan kalau suaminya meninggal itu karena beban utang kerja.
Menurut istri almarhum, perusahaan yang bertanggung jawab atas proyek ini. PT Unggul Sokaja, tidak pernah memberikan kejelasan terkait pembayaran. Upaya komunikasi pun selalu berujung dengan kekecewaan.
"Manajer perusahaan sudah tidak merespons. Kami berusaha menanyakan kejelasan pembayaran, tetapi mereka terus menghindar. Total yang harus dibayarkan kepada pekerja sekitar Rp 243 juta lebih. Kami hanya ingin hak suami saya dipenuhi," tegasnya.
Baca Juga: Kapolres Matim Teruskan ke Tipikor Memanggil Kades Benteng Rampas
Manajer yang dimaksud adalah Beny Potje
Beny Potje merupakan kuasa direktur dari PT. UNGGUL SOKAJA. Saat ditemui Media ini pada tahun 2024 lalu di kediamannya di karot, Beny mengatakan kalau dirinya tidak tahu soal uang dan bahkan saling lempar tanggung jawab dengan menyebut nama Yudi Lukito.
Media ini menanyakan perihal siapa Yudi Lukito kepada Beny Potje. "Yudi Lukito adik iparnya dr. Ronald Susilo om, mungkin bisa bertemu dia lagsung soal proyek ini." Kata Beny Potje