Megah di Luar, Pahit di Dalam, Ratusan Juta Upah Subkontraktor Tak Dibayar PT Unggul Sokaja

photo author
Carles Marsoni, Ide Nusantara
- Jumat, 7 Maret 2025 | 19:47 WIB
Salah satu proyek gedung sekolah dasar inpres di manggarai timur  yang dikerja PT. Unggul Sokaja (Foto: Tren News)
Salah satu proyek gedung sekolah dasar inpres di manggarai timur yang dikerja PT. Unggul Sokaja (Foto: Tren News)

Manggarai Timur, idenusanatara.com - Di balik megahnya proyek gedung sekolah dasar inpres (SDI) di kabupaten manggarai timur, provinsi NTT, yang bersumber dari dana DIPA Sakter pelaksanaan prasarana permukiman wilayah 11 provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini justru menyimpan cerita pilu bagi para pekerjanya. Selama hampir satu tahun, para pekerja yang mengerahkan tenaga mereka demi kemegahan proyek ini tak kunjung menerima upah yang menjadi hak mereka.

Harapan akan kehidupan yang lebih baik berubah menjadi beban ekonomi yang berat. Banyak dari mereka kini menghadapi kesulitan luar biasa.

Tanpa bayaran, sejumlah pekerja harus berutang, menggadaikan barang berharga, bahkan mungkin akan kehilangan tempat tinggal. Maria Saima (42), warga kumba, istri salah seorang pekerja, mengalami langsung dampak dari ketidakadilan ini.

Lebih menyakitkan, setelah Siprianus Sampur (53) subkontraktor pada proyek tersebut yang merupakan suami dari Maria Saima meninggal dunia pada senin, 6 Januari 2024, semua beban utang proyek dari almarhum ditagih kepada sang istri.

Baca Juga: Warga Desa Benteng Wunis Pertanyakan Transparansi Proyek Lapen Tanpa Papan Informasi

"Tidur saya tidak nyenyak, saya harus berhutang ke sana-sini hanya untuk membayar utang peninggalan sumi saya. Mereka sudah bekerja keras, tetapi hak mereka malah diabaikan," ungkapnya dengan nada penuh kesedihan.

Menurut istri almarhum, perusahaan yang bertanggung jawab atas proyek ini. PT Unggul Sokaja, tidak pernah memberikan kejelasan terkait pembayaran. Upaya komunikasi pun selalu berujung dengan kekecewaan.

"Manajer perusahaan sudah tidak merespons. Kami berusaha menanyakan kejelasan pembayaran, tetapi mereka terus menghindar. Total yang harus dibayarkan kepada pekerja sekitar Rp 243 juta lebih. Kami hanya ingin hak suami saya dipenuhi," tegasnya.

Manajer yang dimaksud adalah Beny Potje

Beny Potje, kuasa direktur pada PT. Unggul Sokaja
Beny Potje, kuasa direktur pada PT. Unggul Sokaja (Foto: IDN.COM)

Beny Potje merupakan kuasa direktur dari PT. UNGGUL SOKAJA. Saat ditemui Media ini pada tahun 2024 lalu di kediamannya di karot, Beny mengatakan kalau dirinya tidak tahu soal uang dan bahkan saling lempar tanggung jawab dengan menyebut nama Yudi Lukito. 

Baca Juga: Baru Umur Sebulan, Proyek Lapen di Desa Benteng Rampas Rusak Parah, Masyarakat Minta APH Turun Tangan

Media ini menanyakan perihal siapa Yudi Lukito kepada Beny Potje. "Yudi Lukito adik iparnya dr. Ronald Susilo om, mungkin bisa bertemu dia lagsung soal proyek ini." Kata Beny Potje

Beny Pote yang berdomisili di karot ruteng itu saat diwawancarai media ini juga menjelaskan kalau dirinya tidak dilibatkan soal urusan uang. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Carles Marsoni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X