daerah

Kualitas Proyek PT Akas Labuan Bajo-Ruteng Buruk,PMKRI Ruteng: Penegak Hukum Harus Tegas Bertindak, Kejati NTT: Kami Akan Lakukan Lid

Sabtu, 3 Mei 2025 | 08:27 WIB
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Zet Tadung Allo, S.H., M.H. (Dokumentasi istimewa/Kejati NTT)

“Miris rasanya, melihat kondisi jalan Nasional lintas Kabupaten di NTT yang banyak berlubang, retak sana sini serta drainase yang tidak berfungsi ini. Kami selaku warga sangat kecewa dengan pemerintahan Prbawo-Gibran tidak mengawasi dengan baik pekerjaan ini" Ungkap warga itu kepada media ini di lokasi pada jumat (2/5/2025).

Dirinya berinisiatif akan menutup jalan berlubang menggunakan semen yang dibantu oleh tukang dan ojek pangkalan. Ia menyebut kalau hal itu dilakukannya untuk meminimalisir kecelakaan terhadap kendaraan yang melintas di jalan berlubang dan juga genangan air yang tak kunjung surut. 

Lebih lanjut Ia berharap, agar pemerintah pusat melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat melakukan perbaikan serta perawatan baik jalan maupun drainase yang tidak berfungsi. Yang diabaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III NTT. 

Hendra salah satu sopir trevel Labuan bajo - ruteng turut mengungkap kekesalannya. Kepada media ini pada hari yang sama, Hendra bercerita, walaupun kerusakan itu terlihat nyata dan jelas didepan mata, instansi terkait yang berwenang, sampai saat ini belum ada upaya perbaikan yang dilakukan secara signifikan.

“Ironis memang. Terkesan ada pembiaran dibalik kerusakan jalan itu. Padahal hampir setiap hari jalan itu dilalui beberapa ASN. Kami pertanyakan alokasi dana perawatan rutin jalan itu kemana dialihkan, kalau jalan didepan mata mereka rusak parah seperti ini,” tutur Hendra. 

Diduga adanya pembiaran terhadap beberapa kualitas jalan 

Ruas jalan dalam kota ruteng (pitak)

Jika retak lelah dan deformasi dibiarkan saja, maka ketika musim hujan bisa dipastikan air akan masuk ke dalam retakan dan mengubah retakan menjadi lubang yang semakin lama semakin besar. Karena itu sebaiknya begitu terjadi retak lelah dan deformasi, perbaikan harus segera dilakukan dengan penambalan-penambalan.

Baca Juga: Bersumber dari APBN, Proyek Jalan Rp 125 Miliar Milik PT AKAS di Provinsi NTT Diduga Syarat Korupsi, Warga Minta APH Panggil dan Periksa Kontraktor

Retak

Ada berbagai jenis retak yang bisa terjadi pada jalan perkerasan aspal, antara lain retak kulit buaya, retak pinggir, retak sambungan bahu, retak refleksi, retak susut, dan retak slip. Salah satu faktor terbesar penyebab retak tersebut adalah buruknya sistem drainase jalan. Karena itu, solusinya tak cukup hanya dengan menambal retakan-retakan yang ada. Sistem drainase perlu dibangun sehingga jenis kerusakan yang sama tidak terjadi lagi.

Lubang-lubang

Kerusakan jalan aspal berupa lubang-lubang dapat terjadi ketika retakan-retakan dibiarkan tanpa perbaikan sehingga akhirnya air meresap dan membuat rapuh lapisan-lapisan jalan. Lubang-lubang yang awalnya kecil ini bisa berkembang menjadi lubang-lubang berukuran besar yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Stripping

Kerusakan stripping atau pengelupasan lapisan permukaan dapat terjadi dikarenakan kurangnya ikatan antara lapisan bawah jalan dan lapisan permukaan, atau lapisan permukaan yang terlampau tipis. 

Halaman:

Tags

Terkini